Ia menjelaskan bahwa jutaan daun yang gugur di hutan rawa Kalimantan setiap hari membusuk secara alami dan melepaskan zat tanin serta asam humat.
Zat inilah yang memberi warna gelap pada sungai air hitam, serupa dengan proses saat daun teh diseduh ke dalam air.
"Daun-daun itu mendarat di hutan rawa dan perlahan membusuk, sebagaimana air hujan mengalir melalui daun-daun ini," terang Deny.
Untuk mempermudah pemahaman, tour guide tersebut menggunakan analogi sederhana yang langsung dipahami wisatawan.
"Baiklah jadi mari kita buat ini lebih mudah kita pahami," ucap Deny.
"Ini mirip dengan membuat teh, sehingga air sungai menjadi seperti itu," terangnya.
Menurut Deny, air sungai air hitam sejatinya sangat jernih dan tidak berlumpur. Warna gelap muncul karena air menyerap cahaya matahari, bukan memantulkannya.
Baca Juga: SMAN 11 Kota Tasikmalaya Diresmikan, Perluas Akses Pendidikan di Bungursari
Namun, Deny juga menyoroti perubahan yang kini terjadi pada sejumlah sungai air hitam di Kalimantan. Ia menyebut warna sungai di beberapa lokasi tidak lagi hitam pekat, melainkan cenderung cokelat akibat dugaan pencemaran.
"Kalian tahu apa hal yang paling menyedihkan tentang ini?" tanya Deny.
"Di Kalimantan banyak sungai air hitam telah berubah warna karena tambang emas," ungkapnya.
Deny menilai aktivitas tambang emas menjadi ancaman serius bagi kelestarian sungai air hitam yang terbentuk secara alami selama ratusan bahkan ribuan tahun.
Ia pun menegaskan bahwa sungai air hitam bukanlah simbol pencemaran, melainkan cerminan keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan.
"Jadi, lain kali, jika kalian melihat sungai air hitam di hutan hujan tropis, harap diingat, itu sebenarnya tidak kotor," tutup Deny.***
Artikel Terkait
Update Dugaan Pungli Relawan Aceh di Terminal Palembang, BPTD Sumsel Ancam Tempuh Jalur Hukum
Proliga 2026, Gresik Petrokimia Dominan, Medan Falcons Kembali Tumbang di Pekan Perdana, Cek Klasemen Terbaru
Prediksi Proliga 2026, Jakarta Electric PLN Mobile Tantang Jakarta Livin Mandiri di Duel Panas Seri Pontianak
Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata, Adu Bintang Penentu Puncak Klasemen Proliga 2026 Seri Pontianak
Ketika Kebudayaan Diperdebatkan, DKKT Tasikmalaya Memilih Jalan Dialog
Diskusi Budaya dan Nobar Persib vs Persija, Komunitas Cermin Tasikmalaya Ajak Publik Memaknai Sepak Bola Lebih Dalam