Viral Penjelasan Tour Guide soal Sungai Air Hitam Kalimantan, Keindahan Alami Berujung Ironi Tambang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 12 Januari 2026 | 15:19 WIB
Tour guide Kalimantan menjelaskan fakta sungai air hitam yang alami, namun kini terancam pencemaran akibat aktivitas tambang emas.   (Instagram.com/@orangudeny)
Tour guide Kalimantan menjelaskan fakta sungai air hitam yang alami, namun kini terancam pencemaran akibat aktivitas tambang emas. (Instagram.com/@orangudeny)

 

 

KALIMANTAN, Mediapriangan.com - Penjelasan seorang tour guide mengenai fenomena sungai air hitam di Kalimantan tengah menjadi perbincangan luas di media sosial.

Unggahan tersebut menyedot perhatian publik karena mengungkap fakta ilmiah di balik warna gelap sungai air hitam yang kerap disalahartikan sebagai tanda pencemaran.

Melalui akun Instagram pribadinya @orangudeny pada Senin 12 Januari 2026, tour guide bernama Deny Priyatna membagikan pengalamannya saat mendampingi wisatawan menyusuri hutan tropis Kalimantan.

Baca Juga: Siswi SMP Persis Gandok Wakili Kota Tasikmalaya di International Model United Nations Malaysia

Dalam momen tersebut, Deny mendapat pertanyaan langsung dari seorang turis yang penasaran dengan warna sungai air hitam yang tampak gelap pekat.

"Mengapa sungainya tampak berwarna hitam?" tanya seorang turis.

Menanggapi pertanyaan itu, Deny kemudian mengunggah video terpisah untuk menjelaskan secara rinci mengenai asal-usul sungai air hitam di Kalimantan. Dalam penuturannya, Deny mengajak penonton membayangkan suasana menyusuri sungai di tengah hutan hujan tropis.

Baca Juga: Keluhan Mata Sepet, Perih, dan Lelah Saat Kerja di Depan Layar Komputer Perlu Diwaspadai

"Bayangkan kamu berada di perahu hutan di Kalimantan," terang Deny.
"Tiba-tiba perahu melambat dan memperlihatkan sungai segelap kopi atau coca-cola," imbuhnya.

Deny menegaskan bahwa sungai air hitam justru merupakan salah satu perairan paling alami. Warna gelap tersebut berasal dari proses alamiah hutan, bukan dari lumpur atau kotoran buatan manusia.

"Kamu mungkin berpikir itu kotor, tapi sebenarnya itu air paling murni di bumi," sebutnya.

Baca Juga: Proliga 2026 Seri Pontianak Berakhir, Jakarta Popsivo Polwan Tekuk Bandung BJB Tandamata, Puncaki Klasemen Sementara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X