ACEH, Mediapriangan.com - Aceh Tengah masih menghadapi persoalan serius terkait jalan putus yang berdampak langsung pada banyak desa terisolir.
Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, termasuk distribusi bantuan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan data BPBD Aceh Tengah, terdapat 24 desa terisolir yang tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.
Baca Juga: Hampir Dua Bulan Pascabanjir, Aceh Tamiang Dikepung Debu Pascabanjir dan Ancaman ISPA
Putusnya jembatan penghubung memaksa warga Aceh Tengah mengandalkan akses darurat dengan tingkat risiko tinggi.
Gambaran nyata perjuangan menuju desa terisolir di Aceh Tengah dibagikan seorang relawan melalui akun media sosial @backpackertinggi_.
Dalam video berdurasi sekitar 1,5 menit, terlihat jelas kondisi jalan putus yang didominasi jalur tanah, licin, dan rawan longsor.
Baca Juga: Jembatan Gantung Tinggal Rangka, Anak-Anak Aceh Tengah Bertaruh Nyawa Demi Bisa Sekolah
“Menempuh perjalanan berjam-jam, jalanan putus dan lewatin bekas longsor,” tulis keterangan pada video yang diunggah Senin, 19 Januari 2026.
Sepanjang perjalanan darat di Aceh Tengah, kendaraan roda empat tampak bergoyang hebat akibat kontur jalan yang tidak rata.
Di sejumlah titik, material longsoran masih menutup badan jalan, mempersempit ruang gerak relawan yang hendak menjangkau desa terisolir.
Baca Juga: Update Dugaan Pungli Relawan Aceh di Terminal Palembang, BPTD Sumsel Ancam Tempuh Jalur Hukum
Kerusakan semakin parah setelah banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Sisa aspal terlihat retak dan pecah, menandai lokasi jalan putus yang tidak lagi bisa dilalui kendaraan biasa.