KUDUS, Mediapriangan.com - Puluhan ambulan yang keluar masuk area SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, menjadi perhatian luas publik. Pemandangan tersebut terekam dan viral di media sosial, seiring laporan ratusan siswa yang mengalami Keracunan Massal dan harus mendapatkan penanganan medis.
Insiden Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus ini diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu dari program MBG atau Makan Bergizi Gratis yang disalurkan oleh SPPG Purwosari. Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform digital dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan berasal dari akun Instagram @undercover.id, yang memperlihatkan ambulan hilir mudik mengevakuasi siswa SMAN 2 Kudus ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Polemik MBG Meningkat, Tata Kelola MBG Dipertanyakan Usai Lonjakan Keracunan MBG di Daerah
"Pasukan mobil ambulance dikerahkan untuk mengangkut puluhan pelajar di SMA 2 Kudus yang diduga mengalami keracunan massal akibat memakan menu makanan dalam program MBG," tulis postingan itu.
Data resmi menyebutkan, dampak Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus tidak berskala kecil. Sebanyak 118 siswa dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di wilayah Kudus.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, kepada awak media pada Kamis, 29 Januari 2026.
"Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit," kata Mustiko.
Ketujuh rumah sakit yang menangani siswa SMAN 2 Kudus terdampak Keracunan Massal itu meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.
Seiring berkembangnya kasus ini, sorotan publik juga tertuju pada pihak SPPG Purwosari selaku penyalur MBG. Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan sikap resmi terkait dugaan Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus.
Dalam keterangannya kepada media pada Jumat, 30 Januari 2026, Nasihul Umam menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak atas insiden yang terjadi usai pembagian MBG tersebut.