JAKSEL, Mediapriangan.com - Keberadaan lapangan padel di kawasan Haji Nawi Jaksel tengah menjadi sorotan publik setelah keluhan soal kebisingan viral di media sosial. Aktivitas olahraga yang digemari banyak kalangan itu justru memicu keresahan warga sekitar permukiman.
Keluhan tersebut mencuat dari unggahan seorang warganet di Threads yang menyampaikan bahwa kebisingan dari lapangan padel di Haji Nawi Jaksel sudah dirasakan sejak Januari 2026. Ia menyebut, suara pantulan bola dan sorakan pemain terdengar nyaris tanpa jeda dari pagi hingga larut malam.
“Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2-3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan,” tulisnya.
Baca Juga: Kepengurusan DKM Nurul Berkah Berganti, H Jenal Aripin Pimpin DKM Periode 2026-2031
Menurutnya, kebisingan dari lapangan padel itu berdampak langsung pada kenyamanan keluarga di rumah. Ia bersama sejumlah tetangga kemudian aktif mencatat, mendokumentasikan, dan mengukur tingkat kebisingan sebagai bahan laporan.
Hasil pengukuran menunjukkan angka 60 hingga 77 desibel. Angka tersebut dinilai melampaui ambang batas kebisingan di kawasan permukiman yang umumnya berkisar 55 desibel pada siang hari dan 50 desibel pada malam hari.
Warga pun melaporkan persoalan kebisingan lapangan padel di Haji Nawi Jaksel kepada Pemprov DKI Jakarta melalui aplikasi Jakarta Kini atau JAKI. Selain itu, mereka juga mengaku sudah menyampaikan keberatan secara langsung kepada pihak pengelola.
“Kami telah menyampaikan langsung keresahan kepada tuan-tuan pengelola, namun tidak ada kesepakatan maupun langkah perbaikan yang konkret,” ungkapnya.
Ia berharap fasilitas olahraga seperti lapangan padel seharusnya bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, bukan justru memicu konflik sosial akibat kebisingan yang berkepanjangan.
“Bukan sebaliknya, menjadi petaka kualitas hidup yang memaksa warga beradaptasi dengan kebisingan yang tak pernah mereka pilih,” lanjutnya