"Kalau sekarang, kulkas pun sudah tidak ada. Jadi kami tidak bisa menyimpan ikan-ikan segar," tutur sang ibu.
Baca Juga: Puasa Ramadan di Tenda Pengungsian Aceh Tamiang, Warga Berharap Dapur Umum Tetap Ada
"Semuanya harus langsung di masak," tambahnya.
Banjir bandang Aceh yang terjadi beberapa bulan lalu tak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengubah rutinitas dan kenangan keluarga para korban bencana.
Ramadan 2026 yang seharusnya menjadi momentum penuh suka cita, justru menjadi pengingat kehilangan.
"Kalau teringat itu, kami tidak sanggup mengingatnya. Tidak bisa berbicara lagi," ucap sang ibu sambil mengusap air matanya.***