Baca Juga: Setahun Kepemimpinan, Tasik Pintar Jadi Fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Pendidikan dan SDM
Program prioritas Tasik Pelak juga dinilai sejalan dengan visi menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai pusat industri, jasa, dan perdagangan tanpa meninggalkan sektor primer.
"Ini sangat beririsan dengan koperasi merah putih yang didirikan mengembangkan potensi ekonomi di setiap kelurahan," jelasnya.
Tidak hanya menjadi dorongan bantuan bagi UMKM agar naik kelas, keberadaan Koperasi Merah Putih juga membuka lapangan kerja bagi warga Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Selama Ramadan 1447 H, Rumah Makan di Kota Tasikmalaya Dilarang Buka Sebelum Pukul 16.00 WIB
"Koperasi merah putih akan menjadi sumber bantuan keuangan, menjadi pemantik pemberdayaannya, potensi ekonomi di wilayah kota Tasikmalaya," katanya.
Lanjut Viman, seiring dengan perkembangan Kota Tasikmalaya yang menunjukkan ekspansi pertumbuhan di berbagai sektor, penguatan ekonomi kerakyatan tetap menjadi perhatian utama.
Pasalnya, di sejumlah wilayah potensi daerah masih bertumpu pada sektor primer, terutama subsektor ekonomi berbasis pertanian yang menopang kebutuhan konsumsi masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan bahwa penguatan koperasi dan ekonomi lokal melalui program unggulan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mendorong transformasi ekonomi.
"Program Tasik Pelak akan mendorong visi pemerintahannya saat ini, menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai daerah industri, jasa, dan perdagangan," katanya.
Pelaksanaan program prioritas Tasik Pelak melibatkan empat perangkat daerah. Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan mencatat pengawasan dan pemeriksaan 47 koperasi, serta penilaian kesehatan 47 KSP dan USP.
Baca Juga: Program Kampung Sosial Provinsi Jawa Barat Jadikan Kota Tasikmalaya sebagai Daerah Percontohan
Pendidikan dan pelatihan perkoperasian diikuti 255 orang, pemberdayaan dan perlindungan koperasi menyasar 239 orang, pemberdayaan UMKM menjangkau 581 orang, serta 550 orang terlibat dalam perencanaan dan pembangunan industri.