“Jalurnya cukup berat, melewati 6 sungai dan selain sungai, ada puluhan tanjakan yang perlu dilewati,” lanjutnya.
Kondisi tersebut mendorong harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap pendidikan pelosok di Parigi Moutong. Melalui kolom komentar, pemilik akun menyampaikan permohonan terbuka.
Baca Juga: Pria ER Ngamuk dan Sekap 3 Wanita di Palangka Raya, Ancam Korban dengan Parang
“Yang terhormat Bapak Bupati Parigi Moutong, mohon bantuannya. Bantu kami tag pemerintah terkait dan semoga bisa mendapat perhatian,” tulisnya.
Ia juga menyoroti persoalan administrasi yang berdampak pada kesejahteraan guru.
“Sekolah ini cuma satu dari sekian banyak sekolah terpencil yang tidak dapat tunjangan terpencil sebab status desa berubah jadi berkembang,” lanjutnya.
Permintaan dukungan kembali ditegaskan demi keberlanjutan pendidikan pelosok.
Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Tronton Tabrak 3 Rumah di Pakis Magelang, Sopir Tewas
“Tolong pemerintah kabupaten untuk atensinya, karena ini jalurnya berat bagi rekan-rekan sejawat kami untuk mendidik anak-anak di pelosok wilayah ini,” sambungnya.
Unggahan tentang perjuangan guru terpencil di SDN Inpres 3 Terpencil Bainaa itu pun menuai simpati luas dari warganet.
Sejumlah komentar berisi doa dan dukungan mengalir, mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap bertahan mengabdi di tengah keterbatasan demi masa depan anak-anak di wilayah terpencil.***