TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Memasuki pertengahan Ramadan, aktivitas di kawasan Kampung Air Tanjung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, tampak berbeda dari hari biasanya.
Warga setempat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti untuk mendapatkan air tanjung. Momentum pertengahan Ramadan menjadi puncak meningkatnya penjualan air asin yang dipercaya memberi cita rasa khas pada ketupat.
Sejak pagi hingga malam, deretan jerigen, drum, dan toren terlihat berjajar di sekitar sumur mata air tanjung. Penjualan air asin ini menjadi sumber penghasilan tambahan warga setiap pertengahan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tidak hanya masyarakat Kota Tasikmalaya, pembeli juga datang dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut hingga Bandung.
Ketua RT 03/05 Cukang Tanjung, Agus (43), menjelaskan bahwa air tanjung sebenarnya telah lama dikenal warga. Namun penggunaannya untuk bahan utama pembuatan ketupat mulai ramai sejak awal 2000-an.
Menurutnya, tradisi ini terus bertahan hingga kini dan selalu meningkat saat pertengahan Ramadan.
"Awalnya digratiskan, siapa saja boleh mengambil air dari sini tanpa harus dibayar," ujar Agus, Selasa (03/3/2026).
Baca Juga: Jakarta Popsivo Polwan Juara Putaran Kedua Babak Regular, Siap Guncang Final Four Proliga 2026
Seiring waktu, pertengahan Ramadan selalu menjadi periode paling sibuk. Banyak warga melihat peluang ekonomi dari meningkatnya penjualan air asin.
Kesepakatan bersama pun dibuat agar pengelolaan air tanjung bisa memberi manfaat merata bagi masyarakat sekitar.
"Banyak yang menjajakan air tanjung yang dikemas dengan berbagai bentuk penampungan mulai dari bak penampungan, menggunakan jerigen, drum hingga ditampung dengan menggunakan toren, " ujarnya.
Harga penjualan air asin pun bervariasi tergantung ukuran wadah. Untuk jerigen lima liter dijual sekitar Rp10.000, sedangkan ukuran lebih besar bisa mencapai Rp20.000.