Dalam keterangan yang menyertai unggahan video viral tersebut, korban pelecehan menjelaskan kronologi dugaan pelecehan yang dialaminya di dalam KRL Bogor–Manggarai. Ia menyebut saat itu sedang melakukan perjalanan dari Bogor menuju Stasiun Pasar Minggu.
Menurut penuturan korban pelecehan, kejadian bermula ketika kondisi gerbong kereta sangat padat sehingga jarak antarpenumpang menjadi sangat sempit. Pada situasi tersebut, terduga pelaku berdiri tepat di belakangnya.
Baca Juga: Terungkap di Balik Pembunuhan Ermanto Usman di Bekasi, Polisi Tangkap Sudirman alias Yuda
Korban pelecehan menduga pria tersebut beberapa kali menggesekkan alat kelaminnya ke bagian belakang tubuh korban sambil memegang pinggulnya. Dugaan pelecehan tersebut membuat korban kemudian berupaya merekam wajah pria yang berada di belakangnya.
Saat mengambil ponsel, korban pelecehan mengaku sempat melihat pantulan wajah terduga pelaku dari layar ponselnya. Rekaman itu kemudian menjadi bukti yang diunggah ke media sosial.
"Sengaja di up disini biar teman-teman cewek bisa lebih aware dan berani lagi untuk lawan pulu-pulu jelek kaya gini," paparnya.
Baca Juga: Ketua HMI Soroti Dugaan Pelanggaran Izin Toko Sen Sen, Pedagang Cikurubuk Tuntut Penegakan Aturan
Dalam kronologi yang disampaikan, korban pelecehan menyebut dugaan pelecehan semakin berlanjut ketika tangan pria tersebut diduga masuk ke bagian baju korban.
Situasi tersebut membuat korban pelecehan akhirnya membuka ponsel dan merekam wajah pria yang berada di dekatnya sambil meminta pertolongan kepada penumpang lain di dalam KRL Bogor–Manggarai.
Beberapa penumpang kemudian berusaha memisahkan korban pelecehan dari pria yang diduga sebagai pelaku. Namun pada saat kejadian, tidak terlihat adanya petugas yang langsung mengamankan pria tersebut.
Korban pelecehan juga menyebut ada penumpang yang menyarankan agar dirinya turun dari kereta terlebih dahulu, sementara pria yang diduga sebagai pelaku masih berada di dalam gerbong.
Peristiwa dugaan pelecehan di KRL Bogor–Manggarai tersebut kemudian menjadi perhatian luas setelah video yang diunggah korban pelecehan viral di media sosial.
Korban pelecehan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi kepada penumpang lain, khususnya perempuan yang menggunakan transportasi publik.
"Hopefully kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tandasnya.***