“Pembaruan data dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan mudik mengenai kondisi cuaca harus betul-betul dilakukan, baik per hari maupun per jam. Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan waktu perjalanan yang aman,” katanya.
Erwan juga menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan berbagai kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama periode arus mudik Lebaran berlangsung.
Baca Juga: Kuota Mudik Gratis 2026 Tersisa 660, Ini Rute yang Masih Bisa Dipesan Lewat Sapawarga, Segera Cek!
“Insyaallah kami bersama jajaran akan terus melakukan pengecekan, tidak hanya terkait arus mudik tetapi juga ketersediaan bahan pokok, energi, dan layanan publik lainnya,” ujar Erwan.
Ia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dengan total sekitar 50,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 97,3 persen atau lebih dari 49 juta orang beragama Islam sehingga membuat wilayah Jawa Barat menjadi salah satu jalur utama arus mudik Lebaran setiap tahun.
Kondisi tersebut menjadikan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola arus kendaraan, menjaga keamanan, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama arus mudik Lebaran.***