Melalui pelatihan ini, OJK Tasikmalaya berharap para penyuluh agama dapat kembali menyebarluaskan materi literasi keuangan syariah dan inklusi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai forum keagamaan.
Forum tersebut antara lain majelis taklim, kegiatan bimbingan calon pengantin, hingga berbagai kegiatan komunitas lain yang melibatkan penyuluh agama sebagai pembimbing dan pendamping masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tasikmalaya Arip Somantri.
Selain itu, hadir pula narasumber dari Bank BJB Cabang Tasikmalaya serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya yang memberikan materi terkait literasi keuangan syariah dan inklusi keuangan.
Melalui sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, dan penyuluh agama, Nofa berharap literasi keuangan syariah dan inklusi keuangan di Kota Tasikmalaya dapat terus meningkat.
"Masyatrakat juga diharapkan mampu memilih produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, serta terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang merugikan," kata Nofa.***