Salah satunya diduga tidak segera merespons panggilan.
"Di panggil tapi bilang ‘bentar, bentar’, malah bilang ke toilet. Padahal toilet posisinya di luar," terang pengunggah video.
"Saat wanita itu keluar, dia baru masuk ke toilet. Sampai aku bilang, kenapa enggak dari tadi ke toiletnya?," tambahnya.
Situasi ini menambah kecemasan keluarga yang berharap pasien lansia segera mendapatkan penanganan.
Fokus ke Ponsel, Bukan ke Pasien
Sorotan lain muncul terhadap seorang petugas laki-laki yang disebut lebih fokus pada ponsel dibandingkan membantu pasien. Dalam kondisi darurat seperti sesak napas, respons cepat seharusnya menjadi prioritas.
"Harusnya yang cowo yang lagi main game dia bergegas mencari alat, enggak harus nunggu. Tapi dia malah tetep fokus main game," terangnya.
Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian medis dalam penanganan awal pasien.
Baca Juga: Tegur Lawan Arah Berujung Ancaman, Pengendara Motor di Umbulharjo Yogyakarta Jadi Korban Intimidasi
Alat Tidak Siap, Keluarga Sempat Pergi
Masalah tidak berhenti di situ. Saat hendak dilakukan tindakan terapi uap, alat yang diperlukan justru tidak tersedia. Hal ini membuat keluarga kehilangan kepercayaan terhadap klinik tersebut.
"Kalau bukan karena tinggalkan klinik, posisi nenekku sudah enggak kuat banget," ujar sang cucu.
"Gong-nya lagi, saat nenekku diperiksa memang harus diuap, eh ternyata alat uapnya lagi habis. Sudahlah kita pergi," imbuhnya.
Namun setelah mereka meninggalkan lokasi, pihak klinik menghubungi kembali karena alat tersebut akhirnya ditemukan.