Viral Dugaan Klinik Abaikan Pasien Lansia Sesak Napas, Keluarga Soroti Petugas Diduga Main Game

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 1 April 2026 | 21:11 WIB
Video viral pasien lansia sesak napas diduga tak ditangani cepat di klinik. Keluarga soroti petugas yang disebut main game. (Instagram.com/@fakta.indo)
Video viral pasien lansia sesak napas diduga tak ditangani cepat di klinik. Keluarga soroti petugas yang disebut main game. (Instagram.com/@fakta.indo)

Salah satunya diduga tidak segera merespons panggilan.

"Di panggil tapi bilang ‘bentar, bentar’, malah bilang ke toilet. Padahal toilet posisinya di luar," terang pengunggah video.

"Saat wanita itu keluar, dia baru masuk ke toilet. Sampai aku bilang, kenapa enggak dari tadi ke toiletnya?," tambahnya.

Situasi ini menambah kecemasan keluarga yang berharap pasien lansia segera mendapatkan penanganan.

Baca Juga: Dramatis, Pertamina Enduro Lepas Yana Shcherban Jelang Final Four Proliga 2026, Megawati Hangestri Bereaksi

Fokus ke Ponsel, Bukan ke Pasien

Sorotan lain muncul terhadap seorang petugas laki-laki yang disebut lebih fokus pada ponsel dibandingkan membantu pasien. Dalam kondisi darurat seperti sesak napas, respons cepat seharusnya menjadi prioritas.

"Harusnya yang cowo yang lagi main game dia bergegas mencari alat, enggak harus nunggu. Tapi dia malah tetep fokus main game," terangnya.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian medis dalam penanganan awal pasien.

Baca Juga: Tegur Lawan Arah Berujung Ancaman, Pengendara Motor di Umbulharjo Yogyakarta Jadi Korban Intimidasi

Alat Tidak Siap, Keluarga Sempat Pergi

Masalah tidak berhenti di situ. Saat hendak dilakukan tindakan terapi uap, alat yang diperlukan justru tidak tersedia. Hal ini membuat keluarga kehilangan kepercayaan terhadap klinik tersebut.

"Kalau bukan karena tinggalkan klinik, posisi nenekku sudah enggak kuat banget," ujar sang cucu.

"Gong-nya lagi, saat nenekku diperiksa memang harus diuap, eh ternyata alat uapnya lagi habis. Sudahlah kita pergi," imbuhnya.

Namun setelah mereka meninggalkan lokasi, pihak klinik menghubungi kembali karena alat tersebut akhirnya ditemukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X