"Kita berada pada situasi yang berubah cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. ASN harus hadir dengan inovasi untuk menjawab tantangan tersebut," kata Andang.
Baca Juga: LKPJ Kabupaten Ciamis 2025 Disorot DPRD, 250 Penghargaan dan Kinerja Daerah Jadi Catatan Penting
Langkah Mandiri dengan Standar Tinggi
Meski diselenggarakan secara otonom oleh pihak kabupaten, Pelatihan Kepemimpinan Administrator ini tetap berada dalam pengawasan mutu yang ketat dari pihak provinsi.
Hal ini dilakukan untuk memastikan output yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar kompetensi nasional.
Budi Hermawan, yang hadir mewakili pimpinan BPSDM Provinsi Jawa Barat, menekankan bahwa di masa depan, beban kerja birokrat akan semakin berat, terutama terkait adaptasi teknologi dan integritas.
"Pelatihan kepemimpinan ini menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang adaptif, akuntabel, and mampu menjawab tantangan zaman," ucap Budi.
Budi mengingatkan para peserta bahwa dunia digital dan fluktuasi ekonomi akan menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan mereka di masa mendatang.
"Tantangan utama ke depan meliputi integritas, transformasi digital, dan dinamika ekonomi. ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan," tuturnya.
Baca Juga: Bupati Herdiat Serahkan THR Pasukan Ungu saat Apel DPRKPLH Ciamis, Apresiasi Petugas Kebersihan
Menutup arahannya, Andang Firman kembali mengingatkan esensi sejati dari seorang abdi negara di lingkungan Pemkab Ciamis.
Baginya, kompetensi bukan sekadar deretan sertifikat, melainkan kemampuan merangkul tim untuk mencapai tujuan bersama.
"ASN memiliki fungsi strategis sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, sekaligus perekat dan pemersatu bangsa. Oleh karena itu, kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural harus terus ditingkatkan," pungkas Sekda.***