daerah

Potret Pilu SDN Tando di Manggarai Barat, Siswa Belajar di Bawah Pohon Akibat Krisis Ruang Kelas yang Layak

Minggu, 12 April 2026 | 10:52 WIB
Kondisi SDN Tando memprihatinkan, minim ruang kelas yang layak membuat siswa terpaksa belajar di luar. Mari peduli nasib pendidikan di Manggarai Barat. (TikTok/karlosdurman)



MANGGARAI BARAT, Mediapriangan.com - Semangat menuntut ilmu para murid di pelosok Nusa Tenggara Timur harus berbenturan dengan realitas pahit. Sebuah rekaman video yang memperlihatkan kegiatan belajar mengajar di luar ruangan menjadi sorotan publik.

Kurangnya ruang kelas yang layak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando, Kabupaten Manggarai Barat, memaksa para siswa dan guru untuk memanfaatkan area di bawah pepohonan sebagai tempat bernaung.

Dalam dokumentasi yang viral tersebut, tampak siswa kelas 3 harus menyusun meja kayu mereka di halaman sekolah agar tetap bisa mengikuti pelajaran.

Baca Juga: Hoaks Mobil MBG Tabrak Balita di Indramayu, Pemilik SPPG Ungkap Fakta Ibu Histeris yang Viral di Media Sosial

Kondisi ini terjadi karena fasilitas gedung tidak mampu menampung seluruh jenjang kelas yang ada. Tanpa dinding dan hanya beratapkan langit, proses pendidikan di SDN Tando ini berlangsung dengan segala keterbatasan.

Suara di balik video tersebut menjelaskan bahwa situasi ini adalah pilihan terakhir agar kegiatan sekolah tetap berjalan.

"Ini kelas 3 yang tidak ada ruangannya, kita terpaksa sekolah di luar ruangan," ucap perekam video.

Baca Juga: Plesetan Kreatif Berujung Viral, Cerita di Balik Lapak Makan Murah Pakai Nama MBG dan Logo BGN di Jakarta Selatan

Ironi pendidikan di Manggarai Barat semakin terlihat ketika kamera menyoroti bangunan lain yang hanya terbuat dari seng.

Ruangan sempit berlantai tanah tersebut menjadi satu-satunya perlindungan bagi siswa kelas lainnya, meskipun kondisinya jauh dari standar kenyamanan.

Papan tulis bahkan hanya disandarkan di lantai tanah karena tidak ada dinding permanen yang cukup kuat untuk menopangnya.

"Ini ruangan kelas 2, berlantai tanah. Ini di dalam ruangan begini, selama ini kita pakai untuk kelas 2 dan kelas 3," terangnya.

Baca Juga: Aksi Viral Pria di Pati Robohkan Rumah dengan Alat Berat Akibat Kecewa Mantan Istri Terima Lamaran

Keterbatasan ini menciptakan sistem "shift" yang mengharuskan siswa kelas 3 menunggu giliran.

Halaman:

Tags

Terkini