PURWAKARTA, Mediapriangan.com - Pemprov Jawa Barat kini tengah menggeser fokus prioritas generasi muda dari pemborosan gaya hidup menuju ketahanan finansial jangka panjang.
Teranyar, Gubernur Jabar minta gen Z untuk mulai realistis dalam merencanakan masa depan, terutama dalam hal kepemilikan aset properti.
Pernyataan tersebut disampaikan di Balai Nusantara Hunian Warisan Bangsa, Purwakarta, pada Selasa malam (14/4/2026).
Dalam kesempatan itu, gubernur menekankan agar pasangan muda lebih bijak mengalokasikan dana dan prioritaskan beli rumah sejak dini guna menghindari kesulitan ekonomi pasca-menikah.
"Pesan saya, lebih baik uang buat pesta perkawinan dipakai beli rumah daripada jadi raja semalam besoknya sengsara," ujarnya.
Opsi Nikah di KUA dan Larangan Pesta Paksaan
Demi mengawal perubahan pola pikir ini, pemerintah daerah berencana memperkuat kebijakan melalui regulasi resmi.
Tujuannya adalah untuk menghapus stigma sosial bahwa pernikahan harus dirayakan dengan pesta mewah yang membebani kantong.
"Nanti gubernur ngeluarin surat edarannya adalah, bagi mereka yang tidak punya kemampuan keuangan yang cukup, kawin tidak usah pesta, cukup dikawin di KUA saja," ujar gubernur yang akrab disapa KDM ini.
Menurutnya, memiliki hunian murah tetaplah sebuah pencapaian besar yang patut disyukuri dan dijaga kualitasnya, meskipun berstatus sebagai rumah subsidi.
Baca Juga: ASN Pemkot Tasikmalaya Dilarang Bawa Kendaraan BBM Tiap Rabu, Uji Coba CFD ASN Mulai Berlaku!
Skema Apartemen Industri dan Hunian Layak