daerah

Insiden Keracunan MBG di Anambas, 155 Warga Dilarikan ke RS, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan Sementara

Kamis, 16 April 2026 | 21:38 WIB
Kabar duka dari Kepri. 155 anak dan orang tua jadi korban keracunan MBG di Anambas. Penyelidikan penyebab keracunan kini sedang berlangsung. (TikTok/datambg)

ANAMBAS, Mediapriangan.com - Petaka melanda wilayah Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, setelah ratusan orang dilaporkan mengalami gejala medis serius usai menyantap paket makanan dari program pemerintah.

Hingga Kamis (16/4/2026), tercatat sebanyak 155 warga yang terdiri dari pelajar jenjang PAUD hingga SMP, serta sejumlah orang tua, menjadi korban dalam peristiwa keracunan MBG massal ini.

Akibat kejadian luar biasa tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan membekukan aktivitas pelayanan di SPPG Air Asuk.

Baca Juga: Lulusan Go Internasional, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Perkuat Daya Saing Global di Usia ke-25

Penghentian operasional ini dilakukan sebagai upaya preventif sekaligus mempermudah proses investigasi untuk mencari titik terang mengenai penyebab keracunan yang meresahkan warga di perbatasan tersebut.

Dinas Kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa para korban saat ini tersebar di dua fasilitas kesehatan utama. RSUD Palmatak menangani 114 pasien, sementara 41 lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Siantan Tengah.

Kondisi darurat ini bahkan sempat terekam dalam video viral di media sosial yang menunjukkan kapasitas rumah sakit yang membludak, hingga memaksa satu ranjang pasien ditempati oleh dua siswa secara bersamaan.

Baca Juga: Ketua PKK Ciamis Kania Ernawati Herdiat Beri Layanan Cek Kesehatan Gratis, Bekali Kader Menuju Indonesia Emas

Penyelidikan Laboratorium ke Batam

Otoritas kesehatan bergerak cepat untuk mengidentifikasi kandungan zat berbahaya dalam menu yang dihidangkan pada Rabu (15/4) lalu.

Petugas telah mengamankan sampel makanan yang tersisa dari dapur SPPG Air Asuk untuk diuji secara klinis di laboratorium yang lebih lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menyatakan bahwa proses identifikasi tidak dilakukan di wilayah setempat demi hasil yang lebih akurat.

“Sampel akan dikirim ke Batam untuk diperiksa di BPOM atau Labkesmas guna memastikan penyebab pastinya,” ucapnya kepada awak media pada Kamis, 16 April 2026.

Baca Juga: Bupati Herdiat Pimpin Deklarasi ODF Ciamis, Tekankan Pengabdian Tenaga Kesehatan Meski Anggaran Daerah Terbatas

Halaman:

Tags

Terkini