daerah

Tasikmalaya Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino 2026, Wabup Asep Sopari Ajukan Puluhan Infrastruktur Irigasi

Kamis, 23 April 2026 | 10:47 WIB
Wabup Asep Sopari Alayubi dalam Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (20/4/2026). (Dok. Prokopim)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Menghadapi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung bergerak cepat dengan mengajukan berbagai kebutuhan strategis ke pemerintah pusat.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, menegaskan langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (20/4/2026).

“Intinya kami mendapat peluang sangat luas dan diminta gerak cepat untuk mengusulkan berbagai kebutuhan krusial yang berhubungan langsung dengan penguatan sistem irigasi dan peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Asep, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: Serap Aspirasi Warga, DPRD Jabar Temukan Sejumlah Kebutuhan Mendesak di Kabupaten Tasikmalaya

Ia menyebutkan, bersama jajaran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP), Pemkab Tasikmalaya telah mengajukan sejumlah program prioritas guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Beberapa usulan tersebut meliputi, irigasi perpompaan dari 13 menjadi 19 unit, irigasi perpipaan dari 8 menjadi 36 unit, embung (penampung air) sebanyak 14 unit, dam parit/long storage 26 unit dan pemeliharaan irigasi meningkat dari 10 menjadi 197 titik.

Menurut Asep, seluruh usulan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Baca Juga: Tatap PEPARDA VII 2026, Bupati Cecep Nurul Yakin Bakar Semangat Atlet NPCI Kabupaten Tasikmalaya Bidik Juara Umum

“Sesuai janji Pak Menteri, semua usulan yang diajukan daerah yang hadir akan disetujui. Kami berharap tidak ada satu pun yang meleset,” katanya optimistis.

Sementara itu, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) DPKPP Tasikmalaya, Nurul Fajar Sidik menjelaskan, seluruh usulan berasal dari kebutuhan riil di lapangan.

“Usulan ini berbasis aspirasi kelompok tani dan penyuluh pertanian, serta telah melalui verifikasi lapangan termasuk validasi poligon lahan,” jelasnya.

Baca Juga: Garap Potensi Lobster Bersama Investor Jepang, Cecep Ingin Kabupaten Tasikmalaya Jadi Pusat Pengolahan Nasional

Ia menambahkan, sebagian usulan telah disetujui oleh Kementerian Pertanian dan sisanya diharapkan dapat terakomodasi, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat efisiensi Dana Alokasi Umum (DAU).

Halaman:

Tags

Terkini