TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Di balik rencana pembangunan 32 ruas jalan di Kabupaten Tasikmalaya, tersimpan sebuah visi besar: menghidupkan kembali denyut pariwisata dan membuka peluang ekonomi hingga ke pelosok desa.
Pemerintah daerah menggelontorkan pembiayaan sebesar Rp230 miliar melalui pinjaman PT SMI untuk memperbaiki jalan-jalan kabupaten yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Namun bagi Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, jalan bukan sekadar aspal dan beton.
“Jalan itu urat nadi ekonomi. Kalau aksesnya bagus, wisata hidup, UMKM bergerak, petani juga lebih mudah distribusi hasilnya,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya
Ia bercerita, selama ini banyak destinasi indah di Kabupaten Tasikmalaya belum sepenuhnya dikenal karena sulit dijangkau. Padahal, potensi wisata alam dan budaya tersebar luas di berbagai wilayah.
Ke depan, wajah pariwisata Tasikmalaya akan didorong melalui jalur-jalur strategis yang kini mulai diperbaiki.
Salah satu gambaran konkret terlihat dari rencana jalur touring bersama komunitas Mercedes Jip Indonesia (MJI). Rute ini bukan sekadar perjalanan, melainkan “etalase berjalan” potensi daerah.
Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kabupaten Tasikmalaya Lepas Aset untuk Kejar Pemerataan Kesehatan
Perjalanan dimulai dari Bandung, melewati Garut, lalu masuk ke Tasikmalaya melalui Kampung Naga di Salawu—sebuah kampung adat yang sudah dikenal luas.
Dari sana, rombongan akan bergerak ke Warungpeuteuy, lalu ke Puspahiang yang menyimpan potensi agrowisata manggis. Perjalanan dilanjutkan ke Taraju dengan panorama alamnya yang masih asri.
Jalur kemudian mengarah ke Bojonggambir, Bojongkapol, Campakasari, hingga berakhir di pesisir selatan Cipatujah yang terkenal dengan pantainya.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah