TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menyampaikan bahwa kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 tetap terjaga stabil di tengah kinerja pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh positif.
Kinerja Perbankan di Priangan Timur menunjukkan tren yang tetap positif. Hal ini tercermin di mana hingga posisi Maret 2026 terjadi pertumbuhan aset sebesar 3,78 persen mencapai Rp3,27 triliun, peningkatan Dana Pihak Keuangan (DPK) sebesar 6,91 persen mencapai Rp2,37 triliun, serta pertumbuhan kredit sebesar 1,89 persen mencapai Rp1,06 triliun.
Selain itu fungsi intermediasi juga tetap berjalan secara berkelanjutan dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang masih terjaga dalam batas terkendali.
Baca Juga: Priangan Timur Darurat Pinjol dan Investasi Bodong! OJK Tasikmalaya Gencarkan Literasi Keuangan
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi meningkat sebesar 14,96 persen diikuti kredit konsumsi meningkat 5,35 persen, walaupun kredit modal kerja terkontraksi sebesar 7,41 persen.
Kepala Kantor OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, peningkatan pembiayaan investasi tersebut didorong oleh membaiknya optimisme pelaku usaha sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif terjaga pada awal tahun 2026.
"Peningkatan investasi, baik di tingkat regional Jawa Barat dan Priangan Timur khususnya, mendorong permintaan terhadap pembiayaan jangka panjang, khususnya untuk pengadaan barang modal dan pengembangan kapasitas usaha," ujar Nofa, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar ke sektor rumah tangga sebesar 44,67 persen, diikuti oleh kredit kepada pedagang besar dan eceran sebesar 23,71 persen, kredit kepada bukan lapangan usaha lainnya sebesar 8,55 persen, kredit kepada pertanian kehutanan dan perikanan sebesar 6,17 persen dan kredit kepada pengolahan sebesar 5,85 persen.
Sementara itu kata Nofa, untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur pada posisi Maret 2026, tercatat sebesar Rp9,43 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 11.670 debitur.
"Kabupaten Garut menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, yakni Rp541 miIiar (9.759 debitur) diikuti Kabupaten Tasikmalaya, Rp430 miliar (8.097 debitur)," ujar Nofa.
Baca Juga: Kodim 0612 dan OJK Tasikmalaya Deklarasi Perang Lawan Judi Online
Disusul Kabupaten Sumedang Rp324 miliar (5.883 debitur), Kabupaten Ciamis Rp321 miIiar (5.684 debitur), Kota Tasikmalaya Rp202 miliar (2.756 debitur), Kabupaten Pangandaran Rp94 miliar (1.840 debitur) dan Kota Banjar Rp43 miIiar (711 debitur).
Sementara kata Nofa Hermawati, sektor dominan penerima KUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran mencapai Rp670,41 miliar diikuti oleh pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp481,38 miIiar dan sektor real estate usaha persewaan dan jasa perusahaan mencapai sebesar Rp393,03 miIiar.