Perkembangan Pasar Modal
Nofa Hermawati juga menyebutkan, dari sisi pasar modal, posisi akhir Maret 2026 Priangan Timur masih menunjukkan potensi pertumbuhan basis investor.
"Seiring dengan peningkatan jumlah investor, nilai transaksi saham di Priangan Timur tercatat Rp1.402,82 miIiar atau tumbuh signifikan sebesar 124,83 persen (yoy). Perkembangan Kinerja IKNB," jelasnya.
Baca Juga: Kodim 0612/Tasikmalaya dan OJK Tabuh Genderang Perang Lawan Judi Online Serta Pinjol Ilegal
Lebih lanjut ujar Nofa, sepanjang triwulan I tahun 2026, OJK Tasikmalaya telah melaksanakan 20 kegiatan edukasi keuangan dengan total 10.991 peserta, yang mencakup segmen masyarakat umum, pelajar/mahasiswa, perempuan/Ibu Rumah Tangga dan profesional serta disabilitas.
"Selain itu di tahun ini, OJK Tasikmalaya mengoptimalkan kegiatan edukasi keuangan yang memberikan dampak multiplier effect antara lain kegiatan Training of Trainers Kepada Penyuluh Agama di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis serta kolaborasi edukasi keuangan generasi muda bersama Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.
Di sisi perlindungan konsumen kata dia, sebanyak 494 pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan telah ditindaklanjuti dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen.
Baca Juga: Sembilan Kandidat Berebut Kursi Komisaris BUMD Tasikmalaya, Siap Jalani Uji Kelayakan OJK
Selain itu, layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK mencatat penyelesaian 2.921 permintaan yang terdiri atas 1.826 permintaan secara langsung (walk in) dan 1.095 permintaan secara daring.
OJK Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi sektor jasa keuangan guna memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat.
"Sehingga sektor jasa keuangan di Priangan Timur akan semakin solid, adaptif, dan berdaya saing," ujar Nofa.***