hukum

Viral 3 Karyawan Diduga Disekap Bos Percetakan di Kalibaru Jakpus, Disebut Dirantai dan Diminta Tebusan Rp50 Juta

Minggu, 28 Juni 2026 | 22:49 WIB
Kasus Kalibaru Jakpus viral usai 3 karyawan diduga disekap bos percetakan, dirantai, lalu keluarga disebut diminta tebusan Rp50 juta. (Instagram.com/@cicitvjambi)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Dugaan penyekapan terhadap 3 karyawan sebuah bos percetakan di kawasan Kalibaru Jakpus menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kondisi para korban beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang viral, para korban disebut berada di dalam sebuah gudang dengan kondisi tidak bebas bergerak. Dugaan kasus tersebut kini turut menjadi perhatian aparat kepolisian yang telah mengamankan dua orang terduga pelaku.

Peristiwa di Kalibaru Jakpus pertama kali ramai setelah diunggah akun Instagram @cicitvjambi pada Minggu, 28 Juni 2026. Unggahan itu menyebut 3 karyawan diduga disekap selama beberapa pekan oleh bos percetakan karena dituding terlibat dalam dugaan pencurian.

"3 karyawan sebuah toko percetakan di Kalibaru diduga disekap oleh majikannya selama 21 hari," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Penjualan Anak di Tangerang, Ibu Diduga Nikahkan Paksa Bocah Kelas 6 SD demi Utang Bank

Diduga Berawal dari Dugaan Pencurian

Berdasarkan informasi yang beredar, persoalan bermula ketika salah seorang pekerja diduga mengambil barang milik toko. Barang tersebut kemudian disebut berpindah ke tangan dua rekan kerjanya tanpa mengetahui asal-usulnya.

"Barang tersebut kemudian dititipkan kepada dua rekannya untuk dijual tanpa sepengetahuan mereka bahwa barang itu merupakan hasil pencurian," tulis postingan yang sama.

Alih-alih menempuh jalur hukum, bos percetakan diduga memilih melakukan penyekapan terhadap 3 karyawan tersebut di sebuah gudang.

Baca Juga: Creator Pers di Era Attention Economy, Saatnya Wartawan Berevolusi, Bukan Sekadar Bertahan

Korban Disebut Dirantai di Dalam Gudang

Video yang beredar memperlihatkan salah satu korban berada di ruangan sempit, sedangkan dua korban lainnya tampak terbaring dengan kedua kaki yang terikat.

Dalam narasi unggahan itu juga disebutkan para korban mengalami perlakuan tidak manusiawi selama berada di lokasi.

"Mereka diborgol, dirantai, dikurung di dalam gudang, dan disebut tidak diberi makan selama 3 hari," beber postingan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini