JAKARTA, Mediapriangan.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengkritik kebijakan sayembara penangkapan begal yang diumumkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurutnya, inisiatif tersebut tidak sejalan dengan prinsip negara hukum karena berpotensi memicu tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam siniar yang diunggah melalui kanal YouTube Mahfud MD Official dan dikutip pada Rabu (29/7/2026).
Mahfud menegaskan bahwa pelibatan masyarakat melalui mekanisme sayembara untuk menangkap pelaku kejahatan seharusnya tidak dilakukan.
"Pak Yusril mengatakan sebaiknya tidak dilakukan. Kalau saya, seharusnya memang tidak dilakukan," ujar Mahfud.
Menurutnya, negara harus memberikan batas yang tegas agar tidak muncul ruang bagi masyarakat untuk mengambil alih fungsi penegakan hukum.
"Itu tidak boleh karena bisa menimbulkan anarki di dalam masyarakat," katanya.
Baca Juga: Viral Aksi Demo Siswa SMAN 1 Solok Selatan, Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru Jadi Sorotan
Penegakan Hukum Tanggung Jawab Negara
Mahfud menilai penanganan tindak kriminal merupakan kewenangan aparat penegak hukum, bukan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa salah satu tujuan berdirinya negara adalah menghadirkan sistem hukum yang mampu menyelesaikan konflik secara adil dan melindungi hak setiap warga negara.
Ia mengibaratkan praktik masyarakat yang menangkap dan menghukum sendiri pelaku kejahatan sebagai bentuk "hukum rimba" yang seharusnya sudah ditinggalkan.
"Dulu sebelum ada negara, orang menyelesaikan persoalan dengan cara menangkap dan menghukum sendiri. Negara dibentuk justru agar penyelesaian masalah dilakukan melalui hukum dan aparat yang berwenang," jelasnya.
Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Sampul The Volleyball Magazine, Disebut Kim Yeon Kyung nya Indonesia
Artikel Terkait
Hidroponik Sistem Sumbu Jadi Pilihan Urban Farming di Lahan Sempit, Murah dan Mudah untuk Pemula
Viral Dugaan Candi Raksasa di Cimahi, Benarkah Lebih Besar dari Borobudur? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
Satpam Dapur MBG Ciputat Diduga Curi 1.700 Ompreng untuk Beli Narkoba, Polisi Ungkap Kronologi Kasus
OJK Tasikmalaya Luncurkan Program GENIUS di Ciamis, Perkuat Literasi Keuangan Guru dan Kepala Sekolah
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor dalam Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, 15 Saksi Telah Diperiksa
Bae Yoo Na Terkejut Dukungan Fans Indonesia, Duet dengan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate Jadi Sorotan