Keempat, inovasi ketahanan pangan perkotaan melalui budidaya microgreen. Menjawab keterbatasan lahan pertanian urban di Kota Tasikmalaya, inovasi budidaya tanaman sayuran usia muda yang kaya nutrisi ini sangat ideal dijadikan program strategis daerah.
Pemkot perlu segera memformulasikan kebijakan stimulan agar konsep ini diadopsi secara masif di lingkungan sekolah, kelompok wanita tani, maupun digerakkan oleh kelompok usaha lokal.
Dengan biaya rendah dan masa panen singkat, microgreen menjadi solusi cepat untuk mendukung pola hidup sehat sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis urban farming.
Tanggung jawab Pemkot pun tidak berhenti pada urusan pembiayaan dan lingkungan semata. Delegasi yang mengikuti berbagai forum pendukung, mulai dari Forum Pangan, Forum Bisnis, hingga Forum Lingkungan Hidup, wajib menyusun rencana aksi lokal yang menyentuh akar rumput.
Bagaimana hasil pameran UMKM kemarin bisa membuka jalur pasar baru bagi pengrajin bordir dan mendong Tasikmalaya? Bagaimana mitigasi lingkungan hidup diterapkan di daerah?
Baca Juga: Damas Aprianur Pegang Sementara Kendali DPC Peradi Kota Tasikmalaya
Semua itu harus dijawab melalui program kerja dinas terkait yang terintegrasi, bukan sekadar dipajang di galeri dokumentasi atau rilis media sosial demi menggugurkan kewajiban.
Keberhasilan perjalanan dinas ke Rakernas APEKSI 2026 tidak diukur dari seberapa banyak forum yang diikuti atau seberapa hangat jabat tangan antarkepala daerah maupun seberapa jauh lari bersama wakil menteri dan kepala daerah lainnya.
Keberhasilan itu diukur dari seberapa cepat dan tepat inovasi-inovasi tersebut diterapkan di Kota Tasikmalaya demi kesejahteraan warga.
Baca Juga: Dampak Kemarau di Kota Tasikmalaya, Kasus ISPA Tembus 6.811 Balita dan Anak, Dinas Kesehatan Waspada
Menyerap best practices atau praktik terbaik dari kota lain merupakan langkah awal yang baik. Namun, esensi utama dari pertanggungjawaban publik sebuah pemerintahan adalah eksekusi.
Kini saatnya Pemkot Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa hasil berburu solusi di Medan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh warga kota, mulai dari fiskal yang sehat melalui KPBU, kota yang bersih melalui tata kelola sampah yang adaptif, hingga ketahanan pangan yang kuat lewat inovasi microgreen.
Masyarakat akan terus mengawal dan menagih komitmen ini. Jangan biarkan gagasan-gagasan segar dari Medan menguap begitu saja di jalur penerbangan pulang atau hanya menempel di beranda media sosial Pemkot Tasikmalaya. Warga Kota Tasikmalaya menunggu aksi nyata, bukan sekadar cerita sukses dari kota tetangga. Saatnya bertindak, saatnya merealisasikan solusi.***