daerah

Pelatihan HACCP di Kota Tasikmalaya, Diky Chandra: Dapur yang Melanggar Ketentuan Bisa Diberhentikan

Selasa, 7 Juli 2026 | 19:29 WIB
Jajaran SPPG di Kota Tasikmalaya mengikuti pelatihan HACCP di Hotel Cordela, Selasa (7/7/2026), guna meningkatkan standar keamanan pangan dan kualitas pengelolaan dapur. (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Guna menjamin keselamatan konsumen dan meningkatkan standar mutu pangan, jajaran manajemen serta kepala juru masak (head chef) SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kota Tasikmalaya menggelar pelatihan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) di Hotel Cordela, Kota Tasikmalaya, Selasa (7/7/2026).

Pelatihan tersebut difokuskan pada pengelolaan dapur SPPG yang aman, higienis, dan berkualitas tinggi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Diky Chandra dan dihadiri jajaran manajemen, kepala juru masak (head chef) SPPG se-Kota Tasikmalaya, serta seluruh staf pemrosesan makanan. Pelatihan HACCP yang berlangsung selama tiga hari itu juga menghadirkan pakar sertifikasi keamanan pangan nasional.

Wakil Wali Kota Diky Chandra menegaskan seluruh penyelenggara SPPG harus mematuhi seluruh aturan dan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Menagih Oleh-Oleh APEKSI 2026 untuk Kota Tasikmalaya

Penerapan sistem HACCP, ujar Diky Chandra, bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak dalam industri kuliner modern.

"Kualitas rasa memang utama, namun keamanan pangan adalah fondasi paling mendasar," ujar Diky Chandra.

Melalui pelatihan HACCP, ia berharap dapat terbangun sistem pencegahan bahaya biologi, kimia, dan fisik secara ketat sejak bahan baku diterima hingga makanan siap disajikan.

"Melalui standardisasi ini, diharapkan seluruh tim dapur SPPG mampu meminimalkan risiko kontaminasi pangan, memenuhi regulasi kesehatan yang berlaku, serta menjaga kepercayaan pelanggan secara berkelanjutan," ujar Diky Chandra.

Baca Juga: HUT ke-118 INI, 95 Notaris Kota Tasikmalaya Perkuat Hukum Waris Islam untuk Cegah Sengketa Waris

Pelatihan HACCP, lanjutnya, menjadi langkah penting untuk memberikan pemahaman kepada para pengelola SPPG mengenai prinsip-prinsip keamanan pangan, identifikasi potensi bahaya, serta penyusunan sistem pengendalian operasional guna mencegah terjadinya kontaminasi makanan.

"Pelatihan ini memastikan setiap dapur SPPG menerapkan standar kebersihan yang tinggi serta mampu mencegah berbagai risiko kontaminasi makanan sehingga makanan yang disajikan benar-benar aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif melakukan pengawasan terhadap operasional setiap dapur SPPG agar seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Pengelolaan Parkir Swasta Disorot DPRD Kota Tasikmalaya, Perwalkot 17 Tahun 2025 Jadi Sorotan

Halaman:

Tags

Terkini