parlemen

Komisi IV DPRD Jabar Soroti Irigasi Ciramajaya Mengering, Ribuan Hektare Sawah Terancam Tak Produktif

Kamis, 9 Juli 2026 | 17:34 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Arip Rachman SE MM, bersama anggota komisi IV lainnya saat meninjau lokasi pelebaran dan peningkatan jalan Kudang-Alun-alun Singaparna. (Dok. DFK)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat mendesak pemerintah provinsi segera memperbaiki Irigasi Ciramajaya di Desa Cintajaya, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, setelah menemukan kondisi saluran yang mengering dan tidak lagi mampu mengairi lahan pertanian warga.

Temuan tersebut diperoleh saat Komisi IV melakukan kunjungan lapangan ke lokasi irigasi usai meninjau proyek peningkatan jalan provinsi di Singaparna.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Arip Rachman SE MM mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, debit air di saluran Irigasi Ciramajaya hampir tidak ada sehingga banyak areal persawahan kehilangan pasokan air.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Jabar Awasi Proyek Jalan Rp9 Miliar di Singaparna, Minta Kualitas Tak Asal Jadi

"Setelah kami melihat langsung, air di saluran irigasi sudah mengering. Banyak sawah di sekitar Tanjungjaya yang tidak lagi mendapatkan aliran air," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Arip menjelaskan, secara fungsi Irigasi Ciramajaya seharusnya mampu mengairi lahan pertanian di sejumlah desa, seperti Cibalanarik, Cilolohan, Cintajaya hingga wilayah Kecamatan Sukaraja.

Namun, kondisi saat ini menyebabkan lahan pertanian tidak dapat digarap secara optimal. Berdasarkan informasi yang diterimanya, luas sawah yang terdampak diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan hektare.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi Hadiri Sosialisasi Haji 2027, Ajak Calon Jemaah Siapkan Diri Sejak Dini

Menurutnya, persoalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun sehingga membutuhkan penanganan serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga.

"Kami mendorong agar segera dilakukan perbaikan sehingga fungsi irigasi kembali normal. Jika tidak ada pasokan air, petani tidak bisa menanam padi dan produktivitas pertanian akan terus menurun," katanya.

Arip berharap pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan, tetapi juga mempercepat pemulihan jaringan irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Tasikmalaya.***

Tags

Terkini