TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Arip Rachman, mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan sejumlah program nasional di tingkat desa.
Peringatan tersebut disampaikan usai kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya pada 18 April 2026.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran.
Baca Juga: Dorong Solusi Atasi Kendala Program dan Akses Sistem Pemerintahan, Begini Kata Arip Rachman
“Program seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih harus diawasi bersama agar tidak terjadi penyimpangan,” kata Arip, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, program berbasis desa memiliki risiko jika tidak diawasi secara ketat, terutama karena melibatkan dana dan aset masyarakat.
"Bahkan, dalam kasus koperasi desa, modal dan jaminan yang digunakan berasal dari desa itu sendiri," jelas Arip.
Ia menegaskan pentingnya transparansi serta partisipasi aktif warga dalam mengawal jalannya program, agar sesuai dengan tujuan awal dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.***
Artikel Terkait
Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Bahas Penghapusan Denda BPJS dan Perbaikan Layanan Kesehatan
Politik Uang Merusak Demokrasi dan Melahirkan Pemimpin Transaksional, Begini Kata Arip Rachman
Arip Rachman Dorong Penguatan Pendidikan Politik Berbasis Nilai Pancasila di Sekolah
Arip Rachman Temukan Irigasi Tak Optimal dan Minim PJU di Sukarame Tasikmalaya
Pengawasan DPRD Jabar, Arip Rachman Dorong Perbaikan Infrastruktur Demi Warga Sukarame
Pengawasan DPRD Jabar di Padakembang, Arip Rachman Ajak Warga Aktif Dukung Pembangunan Infrastruktur
Irigasi Longsor dan Madrasah Rusak, Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Jayamukti Leuwisari
DPRD Jabar Temukan Kendala Program Nasional di Tasikmalaya, Akses SIPD Jadi Sorotan