daerah

TPID Banten Kunjungi Ciamis, Kerja Sama Cabai Jadi Strategi Pengendalian Inflasi Antar Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:14 WIB
TPID se-Provinsi Banten bersama para pemangku kepentingan di Priangan Timur menyepakati Kerja Sama Antar Daerah (KAD) komoditas cabai antara BUMD Pangan Kabupaten Tangerang dan Gapoktan Karangsari Kabupaten Ciamis, Rabu (22/7/2026). (Dok. AMS)

Baca Juga: OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Perkuat Industri BPR Syariah

Kapasitas produksi itu menjadikan Gapoktan Karangsari sebagai salah satu sentra cabai di Kabupaten Ciamis. Produksinya tidak hanya menyasar kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mendukung kebutuhan industri pangan.

Kelompok tani tersebut bahkan tercatat pernah melakukan ekspor komoditas cabai ke Singapura. Pengembangan klaster juga dinilai membuka peluang keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian, sehingga dapat membantu proses regenerasi petani dan menjaga keberlanjutan produksi pangan strategis.

Pada kunjungan ke Sekretariat Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Karangsari, TPID Banten memperoleh gambaran lebih jauh mengenai pengembangan klaster cabai melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Pemkab dan DPRD Ciamis Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, PAD Jadi Fokus Kemandirian Fiskal

Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Azhar Livaldly mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pasokan, memperlancar distribusi, membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani, serta mendukung pengendalian inflasi pangan secara berkelanjutan.

"Juga memperkuat pengendalian inflasi melalui pengembangan klaster pangan strategis, implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), serta perluasan Kerja Sama Antar Daerah, " Ujar Azhar.

Menurut Azhar, dukungan perangkat daerah menjadi bagian penting dalam pengembangan klaster dan pengendalian inflasi. Pendampingan budidaya, peningkatan kapasitas petani, fasilitasi sarana produksi hingga pembukaan akses pasar dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing komoditas cabai.

Baca Juga: Inflasi Kota Tasikmalaya Juni 2026 Hanya 0,03 Persen, Penutupan MBG Ikut Tekan Kenaikan Harga

Selain itu, Azhar menilai kolaborasi antar pemangku kepentingan menunjukkan bahwa stabilitas pangan perlu dibangun melalui ekosistem yang terhubung dari sektor hulu hingga hilir.

"Penguatan kelembagaan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat posisi tawar peternak, menjaga kontinuitas produksi, serta memperluas jaringan pemasaran, " Katanya.

Kesepakatan kerja sama cabai antara BUMD Pangan Kabupaten Tangerang dan Gapoktan Karangsari Kabupaten Ciamis menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut. Kerja sama ini diharapkan memperkuat hubungan antara Ciamis sebagai daerah produsen dan Tangerang sebagai wilayah konsumen.

Baca Juga: Panen Raya Klaster Padi Pamarican Capai 7,5 Ton per Hektare, Bank Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Ciamis

Melalui kerja sama cabai tersebut, pasokan dari daerah produksi diharapkan dapat terserap secara lebih terarah ke wilayah konsumen. Skema ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalian inflasi melalui pengelolaan rantai pasok pangan antar daerah.

Setelah mengunjungi klaster cabai, rombongan TPID Banten melanjutkan agenda ke Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Ciamis atau P2APC. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari tata kelola pengembangan usaha ayam petelur yang juga menjadi salah satu komoditas pangan strategis.***

Halaman:

Tags

Terkini