TASIKMALAYA Mediapriangan.com - Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjadikannya sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat di tengah berbagai tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
Semangat kebersamaan itu terlihat dalam upacara peringatan Milangkala ke-394 yang digelar di lapangan upacara Setda, pada Minggu (26/7/2026).
Untuk pertama kalinya, seluruh kepala desa dari berbagai wilayah hadir bersama di tingkat kabupaten, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diperingati di masing-masing kecamatan.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin menilai penyatuan seluruh unsur pemerintahan desa dalam satu peringatan menjadi simbol kuat bahwa pembangunan daerah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan soliditas.
"Biasanya kepala desa mengikuti upacara di tingkat kecamatan. Tahun ini seluruhnya hadir di tingkat kabupaten. Ini menjadi gambaran bahwa semangat membangun harus dilakukan secara bersama-sama," ujar Cecep.
Menurutnya, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan menurunkan optimisme maupun target pembangunan. Justru dalam situasi tersebut diperlukan kreativitas, kebersamaan, dan tekad yang lebih kuat agar setiap keterbatasan mampu melahirkan capaian yang lebih baik.
Baca Juga: TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Mitigasi El Nino, Bank Indonesia Fokus Jaga Inflasi Daerah
Bupati menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan juga oleh kekompakan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, tokoh agama hingga unsur pemerintahan desa.
"Ketika ada keterbatasan, maka harus ada semangat untuk menghasilkan pencapaian yang lebih besar. Modalnya adalah kebersamaan, motivasi dan doa," katanya.
Cecep mengaku pelaksanaan rangkaian Milangkala ke-394 bahkan melampaui ekspektasi pemerintah daerah. Mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan berbagai kegiatan berjalan dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.
Baca Juga: SK Dewas RSUD KHZ Musthafa Dipersoalkan, DPRD Kabupaten Tasikmalaya Soroti Dasar Pemberhentian
Ia menyebut kehadiran para sesepuh, ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, serta berbagai unsur masyarakat dalam upacara menjadi kekuatan moral bagi pemerintah daerah untuk terus bekerja melayani masyarakat.
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, sinergi antara ulama dan umara menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan sekaligus mempercepat pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.