"Begitu menerima aduan, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir," kata Wildan.
"(Hal itu) untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban," sambungnya.
Baca Juga: Penebangan Pohon di Kota Bandung Disorot, Dedi Mulyadi Desak Sanksi untuk Lurah hingga Kepala DLH
Dari informasi awal yang dikumpulkan penyidik, siswa SMP tersebut sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.
AAF diketahui menjalani perawatan selama satu hari di RS Mardhatillah Randudongkal. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian peristiwa yang kini sedang ditelusuri polisi.
Dugaan bullying terhadap siswa SMP Pemalang masih menjadi fokus penyelidikan. Polisi belum memberikan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab ataupun memastikan hubungan antara dugaan perundungan dengan kematian korban.
Baca Juga: Penebangan Pohon di Kota Bandung Disorot, Dedi Mulyadi Desak Sanksi untuk Lurah hingga Kepala DLH
Penyidik masih menunggu hasil autopsi jenazah untuk mendapatkan informasi medis mengenai penyebab kematian. Di sisi lain, pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan untuk melengkapi rangkaian fakta kasus tersebut.
Kematian siswa SMP di Pemalang ini sebelumnya memicu perhatian publik di media sosial. Dugaan perundungan yang dialami korban menjadi sorotan dan memunculkan harapan agar proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.
Meski demikian, polisi masih berada pada tahap penyelidikan. Karena itu, informasi mengenai dugaan bullying tersebut masih perlu menunggu hasil pemeriksaan saksi, keterangan medis, dan temuan penyidik lainnya.***