Kepada R. Rafiq Hakim Radinal yang telah resmi diistren sebagai Wawakil Kerajaan Galuh, Herdiat menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, posisi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan pelestarian budaya sekaligus menghubungkan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur dengan semangat pembangunan masa kini.
“Semoga amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan, sehingga mampu menjadi penggerak dalam pelestarian budaya, sekaligus menjadi jembatan penghubung antara nilai-nilai luhur masa lalu dengan semangat kemajuan di masa kini dan masa yang akan datang, sejalan dengan semangat ‘Galuh Galeuhna Galih’,” ungkapnya.
Melalui pengangkatan tersebut, R. Rafiq Hakim Radinal resmi menjalankan amanah sebagai Wawakil Kerajaan Galuh dalam rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung di Ciamis.
Jejak Kerajaan Galuh di Sejumlah Situs Ciamis
Dalam sambutannya, Herdiat kembali menyinggung sejumlah situs yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Galuh di wilayah Ciamis.
Situs Karangkamulyan, Astana Gede Kawali, dan Jambansari menjadi bagian dari warisan yang terus dirawat karena menyimpan nilai sejarah dan budaya.
Keberadaan situs-situs tersebut sekaligus memperkuat posisi Ciamis sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sejarah Tatar Galuh.
Dengan tema "Galuh Galeuhna Galih", kegiatan Pangistrenan di Keraton Selagangga tidak hanya menghadirkan prosesi adat, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga identitas budaya dan memastikan nilai-nilai leluhur tetap dikenal oleh generasi yang akan datang.***