Baca Juga: Harga Telur Anjlok, 1.600 Ayam Afkir Dibagi Gratis di Malioboro Jadi Sinyal Krisis Peternak DIY
Dievakuasi ke rumah sakit
Setelah insiden terjadi, korban langsung mendapatkan penanganan dan dievakuasi menuju RSUD Tangerang Selatan.
Pemeriksaan awal di lokasi menemukan adanya luka pada bagian kepala. Namun, kondisi tersebut belum menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian siswi SMA tersebut.
“Hasil pemeriksaan awal di TKP, korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka pada bagian kepala. Namun demikian, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan,” terang Bambang lagi.
Pemeriksaan medis dan visum kemudian dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu polisi memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi korban dan penyebab kematiannya.
Baca Juga: Viral SPBU Cipatujah, Hiswana Migas Priangan Timur Ungkap Soal Jerigen dan Pelayanan Konsumen
Dugaan di media sosial masih ditelusuri
Setelah kejadian KRL Jurangmangu, sejumlah unggahan warganet ikut bermunculan dan mengaitkan insiden tersebut dengan dugaan tindakan yang disengaja.
Selain kesaksian dari pengguna media sosial, beredar pula unggahan yang disebut-sebut berasal dari akun media sosial korban. Namun, informasi tersebut belum menjadi dasar bagi polisi untuk memastikan penyebab kematian.
Dalam penanganan kasus ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak dan memeriksa berbagai informasi yang tersedia.
Polisi Ciputat Timur menegaskan bahwa penyelidikan masih diperlukan sebelum kesimpulan dapat disampaikan kepada publik.
Karena itu, informasi mengenai penyebab kematian siswi SMA tersebut masih menunggu hasil penyelidikan. Masyarakat juga diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa KRL Jurangmangu.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan polisi Ciputat Timur, sementara hasil pemeriksaan medis dan keterangan para saksi menjadi bagian dari proses untuk mengungkap penyebab kematian secara lebih utuh.***