daerah

Viral Peternak Ungkap Dugaan Permintaan Telur Hampir Busuk dari Dapur MBG, Harga Nota Disebut Dimarkup

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:57 WIB
Viral curhatan peternak ayam soal dapur MBG. Ia mengaku diminta menyediakan telur hampir busuk dan menulis harga berbeda di nota. (Magnific/magnific - Threads/rissaayu90)

Baca Juga: 950 Dapur MBG Terancam Tutup Permanen, BGN Soroti Standar Higiene dan Sanitasi

“Terus saat dia mau beli telur fresh, dari aku harga Rp23.000 tapi dia nyuruh aku nyatet di nota dengan harga Rp25.000,” imbuhnya.

Keterangan tersebut memunculkan dugaan adanya permintaan manipulasi harga dalam proses pembelian telur ayam. Meski demikian, berdasarkan bahan yang tersedia, tudingan tersebut masih merupakan pengakuan dari pemilik akun media sosial dan belum disertai keterangan dari pihak yang disebut dalam unggahan.

Perbincangan mengenai harga telur kemudian semakin ramai setelah pengguna lain ikut membagikan pengalaman serupa terkait tawaran menjadi pemasok bahan pangan untuk dapur MBG.

Baca Juga: Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 707 Orang Alami Gejala: Distribusi Makanan Dihentikan Sementara

Pedagang Telur Lain Ikut Cerita

Utas tersebut disebut telah memperoleh lebih dari 12 ribu likes dan memancing sejumlah pengguna lain untuk membagikan pengalaman mereka.

Salah satunya berasal dari akun Threads @alwayshappyandlucky. Pemilik akun itu mengaku ibunya merupakan peternak dan pernah diminta memasok telur ayam untuk salah satu dapur MBG.

Menurut ceritanya, pihak dapur disebut menawarkan harga di bawah harga pasar dengan sistem pembayaran tempo. Ia juga mengaku terdapat permintaan untuk menaikkan nominal harga dalam transaksi.

Baca Juga: Satpam Dapur MBG Ciputat Diduga Curi 1.700 Ompreng untuk Beli Narkoba, Polisi Ungkap Kronologi Kasus

“Mereka minta harga di bawah harga pasar, pembayaran tempo janjinya paling lambat 1 bulan, minta nanti di-markup karena katanya banyak yang minta bagian,” tulis akun tersebut, dikutip pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Ia menyebut ibunya akhirnya tidak menerima tawaran tersebut karena menilai skema pembelian itu tidak memberikan keuntungan yang layak.

“Ibuku menolak, karena sudah rugi dunia, akhirat pun rugi. Nggak ada untung sama sekali,” sambungnya.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Elektronik Kasus Korupsi MBG

Cerita tersebut membuat isu mengenai harga telur, pembayaran kepada peternak, serta kualitas bahan pangan dalam program MBG kembali menjadi perhatian.

Halaman:

Tags

Terkini

Polisi dan Warga Lupakan Sekat di Lomba 17-an

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB