daerah

OJK Tasikmalaya Catat Aset Perbankan Priangan Timur Tumbuh 4,54 Persen Jadi Rp90,94 Triliun

Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:43 WIB
Kinerja perbankan Priangan Timur tetap stabil. Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mencatat aset tumbuh 4,54 persen menjadi Rp90,94 triliun hingga Juni 2026. (Dok. AMS)

Berdasarkan skala usaha, kredit UMKM paling banyak mengalir kepada usaha mikro dengan nilai Rp15,70 triliun atau 63,20 persen. Berikutnya usaha kecil sebesar Rp7,28 triliun atau 29,31 persen dan usaha menengah Rp1,87 triliun atau 7,50 persen.

"Ini menunjukkan bahwa perbankan tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah, " Terang Nofa.

Dari sisi penghimpunan dana, tabungan masih menjadi instrumen utama masyarakat. Nilainya mencapai Rp25,81 triliun atau 69,52 persen dari total DPK.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Bekali 91 Anggota Pramuka dengan Literasi Keuangan dan Bahaya Judi Online

Deposito berada di posisi berikutnya dengan Rp7,29 triliun atau 19,64 persen, sedangkan giro mencapai Rp4,03 triliun atau 10,85 persen.

Secara wilayah, Kota Tasikmalaya masih menjadi pusat aktivitas perbankan di Priangan Timur. Aset perbankan di wilayah tersebut mencapai Rp40,56 triliun, dengan DPK Rp15,72 triliun dan kredit Rp20,62 triliun.

Sementara itu, aktivitas di kabupaten dan kota lain di Priangan Timur juga terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi regional.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Bekali Mahasiswa Unpad, Literasi Keuangan Jadi Benteng dari Jerat Pinjaman Ilegal

Transaksi Pasar Modal Meningkat

Perkembangan positif juga terlihat dari aktivitas pasar modal. Nilai pembelian saham hingga Juni 2026 mencapai Rp996,07 miliar atau meningkat 116,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp460,65 miliar.

Nilai penjualan saham juga mengalami pertumbuhan. Hingga Juni 2026, nilainya mencapai Rp927,26 miliar, naik 112,02 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat Rp437,34 miliar.

Pertumbuhan aktivitas investasi tersebut turut terlihat dari jumlah investor berdasarkan Single Investor Identification atau SID.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya dan TPAKD Garut Perkuat UMKM lewat Program Desa EKI Tepas Papandayan

Jumlah SID saham mencapai 246.382 investor atau tumbuh 38,44 persen secara tahunan. Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada SID reksa dana yang mencapai 867.248 investor atau meningkat 118,64 persen.

Sementara jumlah SID Surat Berharga Negara atau SBN tercatat 18.565 investor, tumbuh 30,69 persen secara tahunan.

Halaman:

Tags

Terkini