Pasien yang positif kata Nining diarahkan untuk mendapatkan terapi antiretroviral guna menekan jumlah virus dalam tubuh.
"Sebenarnya pengidap HIV/AIDS dapat hidup normal tapi meraka harus rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup yang fungsinya menekan jumlah virus dalam tubuh supaya tidak menurunkan risiko penularan dan untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik, " Katanya.
Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya yang tercatat sepanjang 2026 tersebut menjadi bagian dari temuan 103 kasus baru sejak Januari hingga Juli. Temuan LSL menjadi salah satu kelompok yang mendominasi kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya pada 2026.
Dari total 103 kasus, kelompok LSL menjadi salah satu kelompok dengan temuan terbanyak. Data tersebut memperlihatkan bahwa LSL masuk dalam kelompok berisiko yang mendapat perhatian dalam penanganan HIV/AIDS Kota Tasikmalaya.
Memasuki 2026, penanganan terhadap 103 kasus terus dilakukan melalui pemeriksaan dan skrining terhadap kelompok berisiko. Dinas Kesehatan juga memberikan terapi antiretroviral kepada pasien yang dinyatakan positif.
Pada 2026, HIV/AIDS Kota Tasikmalaya tercatat sebanyak 103 kasus hingga Juli. Kelompok LSL menjadi salah satu kelompok yang disebut dalam data risiko penularan HIV/AIDS Kota Tasikmalaya.***