Keberadaan taurin dalam produk tersebut juga menjadi perhatian Dennis. Ia mempertanyakan alasan bahan tersebut terdapat dalam minuman yang diberikan dalam paket MBG anak TK.
“Yang bikin gue bingung, ini ada Taurin yang setahu gue ditambahin di energy drink, jadi enggak tahu kenapa ada Taurin di sini,” lanjutnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Berastagi, BGN Siapkan Sanksi Berat hingga Pemecatan Kepala SPPG Berstatus ASN
Dugaan Produk Berasal dari China
Selain komposisi, asal produksi minuman rasa susu tersebut juga ikut disorot. Dennis menduga produk yang diberikan kepada anak TK itu bukan diproduksi di Indonesia.
“Kalau dilihat, ini bukan diproduksi di Indonesia. Ini produksinya di China. Menurut gue ini enggak pantes buat dikasih ke anak-anak yang lagi masa pertumbuhan,” imbuhnya.
Menurut Dennis, karakter rasa dan aroma pada produk tersebut berpotensi membuat anak menganggap minuman itu sebagai susu meskipun komposisinya berbeda dari susu yang umum dikonsumsi.
Baca Juga: Dugaan Perundungan Siswa SMK Kebumen Berujung Polisi, Berawal dari Antrean MBG hingga Aksi Kekerasan
“Terutama karena mereka enggak ngerti ya perisa sintetik, jadi pas mereka minum air, gula, sama sedikit susu secuil ini, mereka masih ada aroma susu jadi mengira ini susu,” sambungnya.
Ia kemudian meminta pengelola MBG lebih teliti dalam menentukan produk minuman yang diberikan kepada anak-anak.
“Jadi please banget buat pengelola MBG-nya ini aturan buat pemilihan produk kemasannya harus di cek lagi. Kalau janjinya susu semoga kalian bisa kasih susu yang beneran,” tegasnya.
Baca Juga: Viral Pernyataan Kadisdik Kalteng soal Sekolah di Tengah Karhutla, Singgung MBG hingga Siswa ke Kafe
Minuman Rasa Susu Pernah Viral pada Februari 2026
Produk yang sama disebut bukan kali pertama menjadi perhatian publik. Pada 5 Februari 2026, minuman rasa susu tersebut juga sempat dibahas warganet melalui media sosial.
Saat itu, akun Instagram @ap.riyanti mengunggah pengalaman terkait rasa dan tampilan minuman tersebut.