Penanganan terhadap sejumlah siswa dilakukan oleh tenaga kesehatan di sekitar aula sekolah. Pemeriksaan dilakukan setelah munculnya keluhan dari para siswa.
Kasus 137 siswa tersebut kemudian menjadi perhatian karena jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan cukup banyak dalam waktu berdekatan.
Baca Juga: Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Ratusan Santri Dirawat dan Bantahan Soal Korban Jiwa
Siswa Mengaku Alami Diare Sejak Dini Hari
Salah seorang siswa berinisial SE turut menceritakan kondisi yang dialaminya. Ia mengaku merasakan sejumlah keluhan, mulai dari mual, mulas hingga pusing.
Menurut SE, diare sudah dirasakan sejak dini hari. Sementara keluhan pusing baru muncul ketika dirinya berangkat menuju sekolah.
"Pusingnya baru tadi saat berangkat sekolah. Kalau diarenya malam, sekitar 02.30 WIB sampai 04.30 WIB," terang SE di lokasi, pada Rabu, 9 September 2026.
Baca Juga: 293 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Dirawat di 8 Rumah Sakit hingga SPPG Akan Diperiksa
Saat ditanya mengenai makanan yang terakhir dikonsumsi sebelum mengalami keluhan, SE menyebut dirinya tidak makan pada malam hari.
Ia mengatakan makanan terakhir yang dikonsumsinya adalah menu MBG yang dibagikan di sekolah pada Senin.
"Semalam saya tidak makan. Makan terakhir ya makan MBG," jelasnya.
Baca Juga: Keracunan MBG Berulang, Dapur 3.000 Porsi Disorot: Benarkah Program Ini Bawa Manfaat Ekonomi?
Penyebab Keracunan Belum Dipastikan
Meski sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG, pihak sekolah belum dapat memastikan adanya hubungan langsung antara kejadian tersebut dengan makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blora masih melakukan pemeriksaan serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa.