Gejala Muncul Bertahap
Direktur RS Mitra Bangsa Pati, dr Hendrianto, menyebut sebagian pasien baru mendatangi rumah sakit pada Kamis pagi.
Kondisi tersebut terjadi karena gejala yang dialami sejumlah siswa baru muncul pada pagi hari. Rumah sakit pun tetap menyiapkan pelayanan apabila kembali terdapat siswa yang membutuhkan pemeriksaan.
Perkembangan kasus keracunan MBG tersebut hingga kini belum disertai kepastian mengenai sumber penyebabnya.
Pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan apakah makanan yang dikonsumsi para siswa berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Baca Juga: Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi
Sampel MBG Dikirim ke Laboratorium
Dalam proses penyelidikan kasus Gembong Pati, sampel hidangan MBG yang diduga dikonsumsi para siswa telah dikirim untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Sampel tersebut dibawa ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Balai Pengujian Kesehatan Pegawai dan Masyarakat atau Balai Labkesmas Provinsi Jawa Tengah di Semarang.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui kandungan atau faktor yang dapat menjadi penyebab munculnya gejala pada para siswa dari tiga sekolah terdampak.
Hasil pemeriksaan sampel MBG nantinya menjadi bagian dari penelusuran penyebab kejadian yang dialami 269 siswa di wilayah tersebut.***