Penurunan Rating Bank BJB sendiri tidak menunjukkan perseroan berada dalam kondisi krisis. PEFINDO masih menilai permodalan dan likuiditas Bank BJB sangat kuat serta mempertahankan prospek peringkat pada level stabil.
Namun, kualitas aset tetap menjadi faktor utama yang membatasi peringkat. PEFINDO memproyeksikan NPL Bank BJB masih berada pada kisaran 2,8 persen hingga 3 persen dalam jangka pendek.
Perbaikan kualitas kredit juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah peringkat berikutnya. PEFINDO membuka peluang kenaikan peringkat apabila profil keuangan, terutama kualitas aset, dapat diperkuat secara substansial dan berkelanjutan.
Sebaliknya, pelemahan material dan berkelanjutan pada profil bisnis, kualitas aset, permodalan maupun profitabilitas dapat menjadi tekanan terhadap peringkat Bank BJB.***