“Mau ngapain lagi kita? Mau minta pertolongan sama siapa lagi kita. Setelah beres itu, langsung kebawa arus ombak, naik ke sekoci. Saya enggak tahu gimana yang 13 itu,” sambungnya.
Tidak Mendengar Alarm Peringatan
Kesaksian Faisal juga menyoroti kondisi penumpang ketika Kapal Virgo Transport 8 mulai miring. Ia mengatakan tidak mendengar alarm yang seharusnya menjadi tanda peringatan bagi orang-orang di dalam kapal.
“Pas saya naik ke atas itu, enggak ada alarm membangunkan orang-orang. Kalau ada alarm, semua orang pasti bangun,” kata Faisal.
Menurut Faisal, tidak adanya alarm membuat penumpang yang masih berada di dalam kapal tidak segera mengetahui kondisi darurat.
“Yang di dalam kapal itu, masih banyak setahu saya. Mereka pas masih pada tidur,” imbuhnya.
Penjelasan Basarnas soal Kapal Miring
Sementara itu, Basarnas menyampaikan informasi mengenai dugaan awal penyebab Kapal Virgo Transport 8 mengalami kemiringan. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan informasi awal yang diterima pihaknya berasal dari nakhoda kapal.
“Disampaikan oleh nakhoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dalam keterangannya kepada awak media pada Senin, 14 September 2026.
Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 103 Orang Dievakuasi, Pencarian SAR Berlanjut
Menurut Edy, hantaman ombak dari sisi lambung kanan membuat kapal mengalami kemiringan awal. Kondisi kemudian bertambah parah setelah kapal kembali dihantam ombak.
“Ini info yang kami dapatkan langsung dari kapten Kapal Virgo tersebut dalam operasi pencarian, khususnya yang kapal hilang kontak maupun kapal tenggelam,” tambahnya.