“Kalau sudah basi, terjadi berbagai macam faktor-faktor dan setelah kita lihat pada saat di lapangan, kita ambil sampel dan sebagainya, memang ada yang mengandung berbagai macam alflatoksin, dan sebagainya. Itu karena proses degradasi dari makanan itu,” terang Taruna.
Karena itu, pengelolaan makanan MBG tidak hanya berkaitan dengan proses memasak. Cara menyiapkan makanan, waktu penyajian, hingga distribusi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
BPOM telah memberikan standar operasional prosedur kepada pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan agar proses tersebut dapat berlangsung sesuai ketentuan.
Baca Juga: Cerita Rinto Penumpang KM Virgo Selamat, Bertahan di Sisi Kapal Pakai Pelampung hingga Dievakuasi
Kasus Keracunan MBG Jadi Perhatian
Perhatian terhadap pengelolaan makanan MBG muncul seiring laporan dugaan keracunan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Jumlah korban dalam beberapa kejadian bahkan mencapai ratusan siswa. Kondisi tersebut membuat berbagai aspek penyediaan makanan diperiksa, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, pengelolaan dapur hingga distribusi.
Dalam konteks tersebut, BPOM menempatkan pengawasan waktu penyajian sebagai salah satu bagian penting untuk mencegah makanan MBG mengalami penurunan kualitas sebelum dikonsumsi.
Baca Juga: 22 Warga Garut Jadi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Dua Korban Meninggal Dunia
Pengawasan Dapur SPPG Diperketat
Selain persoalan waktu, BPOM juga menyoroti kepatuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG terhadap SOP yang telah ditetapkan.
Taruna mengatakan dapur yang tidak mampu menjalankan standar operasional dengan baik perlu mendapatkan tindakan sesuai hasil pengawasan.
“Jadi, rekomendasi kami yang pertama, tentu bagi SPPG yang tidak mampu menjalankan SOP dengan baik, kami rekomendasikan selain ada yang disuspen, juga ada yang mungkin ditutup,” tegas Taruna.
Meski demikian, keputusan mengenai penghentian sementara maupun penutupan SPPG bukan berada di tangan BPOM.
“Dan itu yang akan melaksanakan tentu adalah BGN, kami cuma merekomendasikan,” tukasnya.***