Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) , Ridwan Kamil mengemukakan, dunia saat ini mengalami tiga disrupsi sekaligus. Pertama, disrupsi pandemi Covid-19 yang mengubah gaya hidup masyarakat dunia.
Sedangkan disrupsi kedua kata Ridwan Kamil, adalah industri 4.0, yang ditandai dengan semakin masifnya penggunaan Internet of Things (IoT) yang telah mengubah berbagai sendi kehidupan.
Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil ini menyebutkan, menjajaki disrupsi industri 4.0 ini, Jabar melakukan berbagai loncatan melalui program-program tepat guna.
Sebab kata dia, di era industri 4.0 ini, 80 juta lapangan pekerjaan akan hilang, warga akan pindah ke pekerjaan baru.
Demikian hal itu diutarakan Kang Emil saat menyampaikan keynote speech dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Staf Ahli Kepala Daerah (Forsakada) Tahun 2022 secara virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (16/9/2022).
Rakernas Forsakada berlangsung secara hybrid di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada 15-18 September 2022.
Rakernas tersebut bertujuan untuk membahas internal organisasi sekaligus peningkatan kapasitas para staf ahli, seminar, serta kaji banding untuk beberapa sektor.
"Jabar merespons dirupsi industri 4.0 dengan menggagas sejumlah program. Salah satunya yakni program Desa Digital," ucap Kang Emil.
Di sektor pertanian kata dia, Jabar menggaungkan petani milenial yang merupakan salah satu upaya untuk meregenerasi petani.
Baca Juga: Cair Rp1,2 Juta Untuk Ojek, Nelayan dan Pelaku UMKM, Begini syarat dan cara daftar BLT UMKM 2022
"Sebanyak 1.300 Petani Milenial sudah diwisuda di bulan Maret. Jabar bulan lalu jadi provinsi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik di Indonesia untuk Jawa-Bali, mengendalikan pertanian dengan basis digital," tuturnya.
Rumusnya tegas dia, di masa depan, orang tidak perlu ke kota. Dulu, orang ke kota karena dianggap di kota banyak pekerjaan.