Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Beberkan Cara Jabar Merespon Disrupsi Dunia

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Sabtu, 17 September 2022 | 11:19 WIB
Gubernur Jawa Barat H Ridwan Kamil Beberkan disrupsi hingga isu global (Tangkap layar Facebook.com/Ridwan Kamil)
Gubernur Jawa Barat H Ridwan Kamil Beberkan disrupsi hingga isu global (Tangkap layar Facebook.com/Ridwan Kamil)

"Setelah COVID-19 dan revolusi digital, kita bisa tinggal di mana saja, tapi bisa mendapatkan pemasukan/income. Prinsipnya, tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia. Itulah yang harus kita tawarkan," ujarnya.

Baca Juga: World Cleanup Day (WCD) 2022, Warga Desa Cijulang Ciamis Menabung Sampah di Bank Sampah

Adapun disrupsi ketiga lanjut Kang Emil, yakni pemanasan global. Menurutnya, dampak pemanasan global sudah terasa di Jabar, di antaranya sekitar 800 hektare tanah di utara Jabar menjadi laut dan cuaca menjadi susah diprediksi.

"Kita harus beradaptasi dari sekarang, sudah dua tahun saya pakai mobil listrik. Kita harus jadi pemimpin dengan gaya hidup rendah karbon, meninggalkan gaya hidup yang boros karbon," kata dia. 

Di tengah disrupsi dan tantangan, dia sebut ada potensi yang harus tergali dan dimanfaatkan. Salah satunya adalah energi baru terbarukan. 

Baca Juga: Hasil Persib Bandung vs Barito Putera, Skor Telak 5-2 Untuk Kemenangan Maung Bandung

"Dalam konteks itu, kita melihat ada rezeki dari Allah ke tanah Indonesia, yaitu jumlah sinar matahari, air mengalir, panas bumi, Gunung Merapi paling banyak ada di Indonesia," tuturnya.

Menurutnya, di masa depan, Indonesia akan menjadi negara penyumbang energi terbarukan yang menyumbang energi untuk negara-negara lain.

Untuk itu, dia mengajak para staf ahli Kepala Daerah untuk mulai memikirkan terkait pemanfaatan potensi energi baru terbarukan.

Baca Juga: Memperingati World Cleanup Day (WCD) Dengan Aksi Bersih-Bersih Serentak di Setiap Polsek Polres Ciamis

Kang Emil juga menekankan pentingnya perdagangan antar daerah. Bekerja sama melakukan perdagangan komoditas unggulan agar saling mengisi kebutuhan. Dengan begitu, diharapkan inflasi pun dapat dikendalikan.

"Di masa depan, supaya inflasi turun, contohnya saya kontrak beli bebek ke Banyuwangi, harga bisa terjangkau karena produsen bertransaksi dengan Pemda, transportasi bisa dibiayai oleh APBD," katanya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X