Mediapriangan.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Jawa Barat (Jabar) menjadi daerah yang lebih banyak dilirik investor, untuk berinvestasi.
Bahlil Lahadalia menilai produktivitas pekerja di wilayah usaha Jawa Barat, masih tertinggi di antara provinsi lainnya.
Di samping itu kata Bahlil Lahadalia, kemudahan perizinan berinvestasi menjadi salah satu pertimbangan bagi para investor, berlomba menanamkan modalnya di Jawa Barat.
Baca Juga: 44 Link Download Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW, Untuk Sabtu 8 Oktober 2022. Ini yang Terbaik
"Produktivitas pekerja di Jabar itu tinggi, dibandingkan daerah lain. Kebijakan Pak Gubernur serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu sangat responsif. Banyak kesan positif disampaikan para investor," ujar Bahlil Lahadalia di sela acara West Java Investment Summit (WJIS) 2022 di Kota Bandung, baru-baru ini.
Sebagai provinsi ramah investasi yang salah satunya karena didukung oleh ketersediaan infrastruktur pendukung rencana investasi, Jabar menjadi surga investasi baik bagi pemodal asing maupun dalam negeri.
"Dengan sejumlah kelebihannya itu, maka Jabar selalu menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, realisasi investasi sepanjang periode April-Juni atau hingga kuartal II 2022, mencapai Rp302,2 triliun atau meningkat sebesar 7 persen dibandingkan dengan kuartal I/2022, sebesar Rp282,4 triliun.
Secara kumulatif terang Bahlil, data realisasi investasi sepanjang periode Januari - Juni Tahun 2022 atau hingga semester I/2022 mencapai Rp584,6 triliun atau meningkat sebesar 32,0 persen dibanding periode yang sama pada 2021.
"Capaian tersebut menandakan investasi mulai pulih pasca pandemi COVID-19 melanda sejak dua tahun yang lalu," kata Bahlil.
Baca Juga: Kapolri Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Menyusul Periksa 31 Anggota Polisi
Ditambahkan, pada kuartal II/2022, realisasi investasi di Jabar mencapai 14,6 persen. Atau masih terbesar dibandingkan provinsi lainnya.
Kedua terbesar adalah DKI Jakarta, yaitu sebesar 13 persen, dan ketiga Riau sebesar 10 persen dari total realisasi investasi.