Jawa Barat Daerah Yang Banyak Dilirik Investor, Ini Kata Bahlil Lahadalia

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:37 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia: Jawa Barat menjadi daerah yang lebih banyak dilirik investor.  (Tangkap layar Instagram.com/bahlillahadalia)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia: Jawa Barat menjadi daerah yang lebih banyak dilirik investor. (Tangkap layar Instagram.com/bahlillahadalia)

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat bersama pemerintah provinsi kembali menggelar WJIS, untuk menarik investor baik dalam maupun luar negeri, agar berinvestasi di Jabar. 

Baca Juga: Warga Antusias Mengikuti Jalan Sehat Hari Jadi Ke 41 Desa Raksabaya Kabupaten Ciamis

WJIS 2022 yang digelar di Trans Conventions Center Kota Bandung ini, berlangsung sejak tanggal 5 hingga 6 Oktober 2022. 

WJIS 2022 mengusung tema besar 'Green Investment: Food Securing and Renewable Energy' dengan tagline 'Securing The Future' 

WJIS 2022 merupakan yang keempat kalinya digelar yang semuanya dilakukan di Kota Bandung. 

Baca Juga: 3 Bacaan Sholawat untuk Diamalkan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

WJIS 2022 ini lebih banyak menawarkan proyek-proyek energi baru dan terbarukan (EBT)/renewable energy dan ketahanan pangan. Sementara WJIS sebelumnya fokus pada proyek infrastruktur

Dari 32 proyek dengan total nilai Rp59,64 triliun atau USD3,9 miliar yang ditawarkan kepada investor, proyek ekonomi hijau (green economy) mendominasi.

Terdiri dari 11 proyek ketahanan pangan, 16 proyek EBT, dan lima proyek infrastruktur pemerintah. 

Baca Juga: Trailer Black Panther: Wakanda Forever Rilis, Black Panther 2 Bakal Tayang 11 November 2022 di Bioskop

Dalam proyek EBT tersebut, investor dapat berinvestasi dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik seperti baterai mobil listrik dan proyek hijau lain seperti PLTA Wado, pembangkit listrik mengapung tenaga matahari Cirata, serta pembangkit listrik tenaga angin di Sukabumi dan Garut. 

Sementara proyek ketahanan pangan, investor diharapkan turut mengembangkan teknologi agro dan maritim.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X