Jawa Barat Daerah Yang Banyak Dilirik Investor, Ini Kata Bahlil Lahadalia

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:37 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia: Jawa Barat menjadi daerah yang lebih banyak dilirik investor.  (Tangkap layar Instagram.com/bahlillahadalia)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia: Jawa Barat menjadi daerah yang lebih banyak dilirik investor. (Tangkap layar Instagram.com/bahlillahadalia)

Mediapriangan.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Jawa Barat (Jabar) menjadi daerah yang lebih banyak dilirik investor, untuk berinvestasi. 

Bahlil Lahadalia menilai produktivitas pekerja di wilayah usaha Jawa Barat, masih tertinggi di antara provinsi lainnya. 

Di samping itu kata Bahlil Lahadalia, kemudahan perizinan berinvestasi menjadi salah satu pertimbangan bagi para investor, berlomba menanamkan modalnya di Jawa Barat.

Baca Juga: 44 Link Download Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW, Untuk Sabtu 8 Oktober 2022. Ini yang Terbaik

"Produktivitas pekerja di Jabar itu tinggi, dibandingkan daerah lain. Kebijakan Pak Gubernur serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu sangat responsif. Banyak kesan positif disampaikan para investor," ujar Bahlil Lahadalia di sela acara West Java Investment Summit (WJIS) 2022 di Kota Bandung, baru-baru ini.

Sebagai provinsi ramah investasi yang salah satunya karena didukung oleh ketersediaan infrastruktur pendukung rencana investasi, Jabar menjadi surga investasi  baik bagi pemodal asing maupun dalam negeri. 

"Dengan sejumlah kelebihannya itu, maka Jabar selalu menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita Ditetapkan Menjadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang, Ini Alasannya

Lebih lanjut dia menjelaskan, realisasi investasi sepanjang periode April-Juni atau hingga kuartal II 2022, mencapai Rp302,2 triliun atau meningkat sebesar 7 persen dibandingkan dengan kuartal I/2022, sebesar Rp282,4 triliun.

Secara kumulatif terang Bahlil, data realisasi investasi sepanjang periode Januari - Juni Tahun 2022 atau hingga semester I/2022 mencapai Rp584,6 triliun atau meningkat sebesar 32,0 persen dibanding periode yang sama pada 2021. 

"Capaian tersebut menandakan investasi mulai pulih pasca pandemi COVID-19 melanda sejak dua tahun yang lalu," kata Bahlil. 

Baca Juga: Kapolri Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Menyusul Periksa 31 Anggota Polisi

Ditambahkan, pada kuartal II/2022, realisasi investasi di Jabar mencapai 14,6 persen. Atau masih terbesar dibandingkan provinsi lainnya.

Kedua terbesar adalah DKI Jakarta, yaitu sebesar 13 persen, dan ketiga Riau sebesar 10 persen  dari total realisasi investasi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X