Mediapriangan.com- Harga benang dan kain organdi sebagai bahan baku bordir, meningkat tajam. Pengrajin bordir Tasikmalaya, Jawa Barat, meradang.
Harga benang yang semula Rp2.500 per gulung (cones), belakangan ini tembus mencapai angka Rp10.500 per cones.
Sedangkan harga kain organdi yang semula Rp5.000 per meter, beberapa bulan terakhir ini naik hingga Rp8.000 per meter.
Sementara harga jual produk pengrajin bordir berupa kebaya, di pasaran tak pernah berubah. Hingga saat ini berada di kisaran Rp35.000 per buah.
Akibat kenaikan harga bahan baku yang tinggi, sejumlah pengrajin bordir mengalami kerugian hingga gulung tikar.
Seperti diungkapkan salah seorang pengrajin bordir di Kampung Sindang, Desa Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Deden.
Baca Juga: Serunya Wisata di Antapura De Djati Garut, Seperti Liburan di Ubud Bali
Dia menyebutkan, setidaknya 80 persen pengrajin bordir di Desa Leuwibudah sudah gulung tikar.
Bahkan di bengkel bordirnya sendiri, terang Deden, sudah banyak yang diberhentikan.
“Di kampung saya ini sebelumnya ada 100 unit mesin bordir yang beroperasi. Kini tersisa 20 persenan saja yang masih bertahan. Sisanya gulung tikar, " kata Deden, Selas, 3 Januari 2023.
Tidak hanya itu ujar dia, sebanyak 50 persen anggota paguyuban pengrajin bordir Tasikmalaya pun tumbang.
Kondisi ini kata dia, akibat tingginya harga bahan baku sedangkan harga jual hasil produksi, masih bertahan di harga lama.