Mediapriangan.com - Narkoba merupakan barang terlarang dan masuk kategori Extra Ordinary Cryme, atau kejahatan luar biasa.
Karena sedemikian luar biasa dahsyat akan dampaknya, maka pencegahan peredaran narkoba jenis apa pun menjadi tanggung jawab bersama.
Hal itu disampaikan Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, S.Sos, M.Si, saat membuka kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 2022: Tema, Logo, dan Pedoman Upacara Bendera
Dalam acara tersebut, hadir sebagai pemateri, yaitu Kepala BNN Kabupaten Nganjuk, AKBP Bambang Sugiharto, Kasi Intel Kejari Kabupaten Madiun, Ardhitia Harjanto, SH dan Abdul Wahab selaku Koorbid Anti Narkoba setempat.
Sosialisasi tentang bahaya Narkoba itu, di selenggarakan oleh Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kemenag Madiun yang dihadiri puluhan santri, santriwati serta undangan. Yang berlangsung di Aula Ponpes Angkring, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kamis (24/11/2022).
Terkait dengan jenis narkoba, Kepala BNN Kabupaten Nganjuk, AKBP Bambang Sugiharto, mengatakan hingga saat ini tercatat sebanyak lebih dari 70 jenis Narkoba.
Baca Juga: Unduh! Logo Hari Guru Nasional (HGN) 2022 Kemenag RI, Lengkap dengan Maknanya
"Jadi yang disebut Narkoba, saat ini, bukan hanya sebatas sabu-sabu, ekstasi, ganja dan lainnya. Melainkan tercatat sebanyak 70 jenis barang yang masuk kategori Narkoba," papar Bambang.
Salah satunya, lanjut Bambang, adalah daun Khat atau Katinol yang belakangan pernah marak di kawasan Bogor, Jawa Barat.
"Jadi daun Khat atau Katinol ini mirip daun teh. Banyak ditanam di kawasan puncak (Bogor). Konon, daun Khat bisa membangkitkan vitalitas pria. Banyak dikonsumsi warga Timur Tengah yang tinggal di Puncak," jelasnya.
Baca Juga: 30 Link Twibbon Hari Guru Nasional 2022, dengan Desain Menarik dan Cara Pakai
Sementara Kasi Intel Kejari Kabupaten Madiun, Ardhitia Harjanto, SH, memaparkan bahwa Narkoba bukan saja menyentuh kalangan tertentu. Melainkan, narkoba bisa menjangkit semua lapisan masyarakat.
Narkoba tidak mengenal strata sosial. Bisa pelajar, mahasiswa, intelektual bahkan aparatur pemerintah.
Artikel Terkait
Bantu Korban Gempa 5,6 Magnitudo Di Cianjur, Polres Tasikmalaya Kirimkan Tim Kesehatan Dan Paket Sembako
Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Ajak Generasi Muda Agar Memiliki Kesadaran Politik, Terutama Mahasiswa FISIP
Alumni SMPN 1 Ciawi Dari Dunia Properti Merambah Ke Politik Wujudkan Mimpi Untuk Tasikmalaya Berkah Berjaya
Dari Total Kebutuhan 1.248 Petugas PPK dan PPS, Tercatat Baru 757 Pendaftar
Ini Kata Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Pembangunan Taman Alun-Alun Singaparna Awal Penataan Pusat Ibu kota