Mediapriangan.com- Kasus kematian seorang pelajar SMP kelas VII di Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya terkuak.
Pelajar SMP berinisial PIA (13) ini dibunuh secara keji oleh kakek tirinya sendiri, NIM (71), saat korban sedang makan di dalam ruang tengah rumah.
"Kami berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi pada November 2022 lalu. Pembunuhan ini diketahui sekitar pukul 17.00 WIB,” kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto, Senin, 26 November 2022.
Disebutkan, selain pelaku, sejumlah barang bukti telah diamankan. Di antaranya sebilah golok bergagang tanduk warna putih, yang digunakan pelaku menghabisi nyawa PIA.
Berdasarkan, olah tempat kejadian perkara (TKP), pembunuhan terjadi antara sekitar pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB.
“Motifnya, tersangka merasa sakit hati terhadap korban selaku cucu tirinya itu. Kami masih akan terus mendalami,” ujar Suhardi.
Tersangka terang dia, sementara dijerat Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.
Sebelumnya, Suhardi menyebutkan, untuk mengungkap kasus kematian siswi SMP ini, selain pemeriksaan terhadap saksi-saksi, juga menerjunkan unti K3 (anjing pelacak).
Kemudian barang bukti yang ditemukan di TKP, dikirimkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, dan melakukan otopsi terhadap korban.
Baca Juga: Penting! 8 Tips Menyetir Mobil yang Perlu Diperhatikan Saat Perjalanan Jauh
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMP berinisial PIA ini ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah neneknya, di Kampung Beor Desa Cipicung, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, 30 November 2022 sore.
Di tubuh korban, petugas menemukan sejumlah luka terutama di bagian kepala.
Artikel Terkait
Tahun 2022 Angka Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Polres Tasikmalaya Perkokoh Sinergitas
Polres Tasikmalaya Sosialisasikan Restorative Justice, Bupati Ade Sebut Masyarakat Lebih Mengerti Hukum
Tragis, Pelajar SMP Di Culamega Ditemukan Tewas Di Tengah Rumah
Pastikan Kematian Pelajar SMP Di Culamega, Polisi Lakukan Otopsi
5.000 Botol Miras Dimusnahkan, Polres Tasikmalaya Pastikan Kondusifitas Jelang Nataru